Klaim ini **secara faktual akurat** mengenai kurangnya pemodelan Treasury.
The claim is **factually accurate** regarding the lack of Treasury modelling.
Pada Maret 2019, permintaan Kebebasan Informasi oleh Partai Buruh mengungkapkan bahwa Treasury "tidak memiliki dokumen dalam ruang lingkup permintaan Anda" mengenai pemodelan atau perhitungan untuk mendukung janji Perdana Menteri Scott Morrison untuk menciptakan 1,25 juta lapangan kerja selama lima tahun [1].
In March 2019, a Freedom of Information request by Labor revealed that Treasury held "no documents within the scope of your request" regarding modelling or calculations to support Prime Minister Scott Morrison's pledge to create 1.25 million jobs over five years [1].
Morrison mengucapkan komitmen ini pada Januari 2019 sebagai bagian dari platform pra-pemiluhnya, menggemakan janji Pemimpin Oposisi saat itu Tony Abbott sebelumnya untuk menciptakan 1 juta lapangan kerja menjelang pemilu 2013 [2].
Morrison made this commitment in January 2019 as part of his pre-election platform, echoing then-Opposition Leader Tony Abbott's earlier pledge to create 1 million jobs ahead of the 2013 election [2].
Angka 1,25 juta mewakili peningkatan dari komitmen asli Abbott [2].
The 1.25 million figure represented an increase on Abbott's original commitment [2].
Pada estimasi Senat, pejabat Treasury mengakui bahwa target lapangan kerja pemerintah "akan memerlukan pertumbuhan lapangan kerja tahunan sebesar 1,9 persen, yang lebih tinggi dari 1,5 persen atau 1,75 persen yang diasumsikan dalam angka-angka anggaran saat ini" [1].
At Senate estimates, Treasury officials acknowledged that the government's jobs target "would require annual jobs growth of 1.9 per cent, which is higher than the 1.5 per cent or 1.75 per cent assumed in current budget figures" [1].
Perbedaan antara janji dan asumsi anggaran Treasury sendiri ini signifikan.
This discrepancy between the pledge and Treasury's own budget assumptions is significant.
Departemen Treasury pemerintah sendiri, ketika diminta dokumentasi yang mendukung janji tersebut, tidak dapat memproduksi apa pun [1].
The government's own Treasury department, when asked for documentation supporting the pledge, could produce nothing [1].
Menteri Keuangan Bayangan Chris Bowen mengkarakterisasi ini sebagai "malas dan sembrono," dengan mencatat bahwa "Partai Liberal cepat mendapatkan Treasury untuk memodelkan dan menghitung biaya kebijakan Partai Buruh tetapi mereka tidak bisa repot-repot meminta kebijakan mereka sendiri dimodelkan" [1].
Shadow Treasurer Chris Bowen characterized this as "lazy and reckless," noting that "The Liberal Party is quick to get Treasury to model and cost Labor's policies but they couldn't be bothered getting their own policies modelled" [1].
Konteks yang Hilang
Namun, klaim ini menghilangkan beberapa elemen kontekstual penting: **1.
However, the claim omits several important contextual elements:
**1.
Pertumbuhan lapangan kerja sebagai garis dasar latar belakang:** Populasi dan angkatan kerja Australia terus bertumbuh.
Jobs growth as background baseline:** Australia's population and workforce are growing continuously.
Populasi usia kerja Australia melebihi 20 juta dan bertumbuh pesat, yang berarti pasar tenaga kerja harus menciptakan lebih dari 1 juta pekerjaan baru setiap lima tahun hanya untuk mengimbangi pertumbuhan populasi [3].
Australia's working-age population exceeds 20 million and is growing rapidly, meaning the labour market must create more than 1 million new jobs every five years just to keep pace with population growth [3].
Angka-angka pertumbuhan lapangan kerja oleh karena itu perlu dipahami terhadap ekspansi demografi alami ini, bukan sebagai sepenuhnya dapat dikaitkan dengan kebijakan pemerintah [3]. **2.
The jobs growth figures therefore need to be understood against this natural demographic expansion, not as purely attributable to government policy [3].
**2.
Kualitas pekerjaan yang diciptakan:** Analisis Centre for Future Work mencatat bahwa pekerjaan paruh waktu menyumbang hampir separuh dari semua pekerjaan yang diciptakan sejak 2013 di bawah Koalisi, dengan sebagian besar merupakan posisi kontrak yang menawarkan upah lebih rendah [3].
Quality of jobs created:** The Centre for Future Work analysis notes that part-time jobs accounted for almost half of all jobs created since 2013 under the Coalition, with most being casual positions offering lower wages [3].
Ini berarti janji "pekerjaan", meskipun secara numerik dipenuhi oleh target Abbott sebelumnya, mencerminkan pergeseran menuju ketenagakerjaan yang tidak menentu daripada posisi permanen penuh waktu [3]. **3.
This means the "jobs" promise, while numerically met by the previous Abbott target, reflected a shift toward precarious employment rather than full-time permanent positions [3].
**3.
Pola jangka panjang:** Ini bukan pertama kalinya target pekerjaan tanpa pemodelan dijanjikan.
Long-term pattern:** This was not the first time such a jobs target was promised.
Abbott mengucapkan komitmen yang sama menjelang 2013 dan akhirnya dipenuhi, meskipun analis mencatat Australia "sedang dalam jalur untuk memenuhi target tersebut bagaimanapun" mengingat tren demografi normal [2]. **4.
Abbott made the same commitment ahead of 2013 and it was eventually met, though analysts noted Australia was "on track to meet that target anyway" given normal demographic trends [2].
**4.
Klaim pencapaian Morrison sendiri:** Morrison sendiri berpendapat bahwa Koalisi telah "menjanjikan satu juta pekerjaan menjelang pemilu 2013" dan memenuhi janji ini, membingkainya sebagai bukti kompetensi ekonomi [2].
Morrison's actual achievement claim:** Morrison himself argued that the Coalition had "promised one million jobs going into the 2013 election" and delivered on this, framing it as evidence of economic competence [2].
Meskipun temuan FOI menunjukkan tidak ada pemodelan yang mendukung janji 1,25 juta saat ini, target 1 juta sebelumnya tercapai [2].
While the FOI finding shows no modelling supported the current 1.25 million pledge, the previous 1 million target was achieved [2].
Penilaian Kredibilitas Sumber
Sumber asli (SBS News) adalah penyiar arus utama yang bereputasi dengan standar editorial tinggi dan tidak dikenal karena bias partisan [1].
The original source (SBS News) is a reputable mainstream broadcaster with high editorial standards and is not known for partisan bias [1].
Artikel mengutip sumber-sumber pemerintah resmi (respons FOI Treasury, kesaksian estimasi Senat, dan pernyataan menteri), menjadikannya bersumber dengan baik.
The article cites official government sources (the Treasury FOI response, Senate estimates testimony, and ministerial statements), making it well-sourced.
Klaim ini juga mereferensikan pernyataan Menteri Keuangan Bayangan Chris Bowen, yang mewakili perspektif politik Buruh tentang masalah ini.
The claim also references Shadow Treasurer Chris Bowen's statement, which represents Labor's political perspective on the issue.
Meskipun Bowen jelas kritis terhadap Koalisi, pernyataannya sendiri bersifat faktual—Treasury memang tidak menyediakan pemodelan—meskipun karakterisasi sebagai "malas dan sembrono" adalah opini [1].
While Bowen is clearly critical of the Coalition, his statement itself is factual—Treasury did provide no modelling—though the characterization as "lazy and reckless" is opinion [1].
⚖️
Perbandingan Labor
**Apakah Buruh melakukan hal yang serupa?** Bukti yang tersedia menunjukkan pendekatan Partai Buruh terhadap perhitungan pemilu berbeda dari pendekatan Koalisi terhadap janji pekerjaan ini: Kebijakan Buruh secara rutin dihitung oleh Kantor Anggaran Parlemen (PBO) dan kadang-kadang oleh Treasury, meskipun Treasury secara tradisional menolak menyediakan perhitungan formal untuk kebijakan Oposisi [4].
**Did Labor do something similar?**
The available evidence suggests Labor's approach to election costings differs from the Coalition's approach to this jobs pledge:
Labor's policies are routinely costed by the Parliamentary Budget Office (PBO) and sometimes by Treasury, though Treasury traditionally resists providing formal costings for Opposition policies [4].
Namun, Buruh biasanya menyediakan dokumen kebijakan terperinci sendiri dan pernyataan dampak ekonomi untuk komitmen utama [4].
However, Labor typically provides its own detailed policy documents and economic impact statements for major commitments [4].
Perbedaannya tampaknya adalah bahwa kebijakan utama Buruh diserahkan pada pengawasan eksternal dan proses perhitungan, sedangkan janji 1,25 juta pekerjaan Morrison tampaknya telah diumumkan tanpa analisis atau perhitungan pemerintahan Treasury yang mendukung [1].
The distinction appears to be that Labor's major policies are subjected to external scrutiny and costing processes, whereas Morrison's 1.25 million jobs pledge appears to have been announced without any supporting Treasury analysis or government calculation [1].
Kritik Chris Bowen secara spesifik menargetkan asimetri: "Partai Liberal cepat mendapatkan Treasury untuk memodelkan dan menghitung biaya kebijakan Partai Buruh tetapi mereka tidak bisa repot-repot meminta kebijakan mereka sendiri dimodelkan" [1].
Chris Bowen's criticism specifically targeted the asymmetry: "The Liberal Party is quick to get Treasury to model and cost Labor's policies but they couldn't be bothered getting their own policies modelled" [1].
Tidak ada bukti bahwa Buruh mengucapkan janjian pekerjaan besar-besaran tanpa dukungan Treasury selama periode yang sebanding.
There is no evidence that Labor made large-scale, unmodelled employment pledges without Treasury support during comparable periods.
🌐
Perspektif Seimbang
**Perspektif dan konteks pemerintah:** Menteri Simon Birmingham membela janji tersebut dengan menunjuk pada hasil aktual: Koalisi "mengawasi penciptaan 1,2 juta pekerjaan selama lima setengah tahun terakhir alih-alih satu juta yang dijanjikan" dan mencapai "pertumbuhan rekor dalam pekerjaan kaum muda" dan "partisipasi angkatan kerja wanita pada tingkat tertinggi sepanjang masa" [1].
**The government's perspective and context:**
Minister Simon Birmingham defended the pledge by pointing to actual results: the Coalition "oversaw the creation of 1.2 million jobs over the last five-and-a-half years instead of the one million promised" and achieved "record growth in youth employment" and "female workforce participation at its highest level ever" [1].
Ini mewakili argumen balasan yang sah—pemerintah dapat menunjukkan kesuksesan penciptaan pekerjaan yang terbukti bahkan jika janji saat ini kurang pemodelan.
This represents a legitimate counter-argument—the government could point to demonstrated job creation success even if the current pledge lacked modelling.
Namun, beberapa nuansa penting mempersulit pembelaan ini: **1.
However, several important nuances complicate this defence:
**1.
Pencapaian vs. kausalitas kebijakan:** Penelitian Centre for Future Work menunjukkan 1 juta pekerjaan yang diciptakan antara 2013-2018 mungkin tidak terutama dapat dikaitkan dengan kebijakan Koalisi.
Achievement vs.
Laporan mencatat bahwa "catatan penciptaan pekerjaan Australia sejak 2013 sebenarnya tidak mengesankan" ketika dipertimbangkan relatif terhadap pertumbuhan populasi dan bahwa "itu hanya karena lonjakan pekerjaan paruh waktu (sebagian besar kontrak, posisi upah rendah) bahwa target satu juta pekerjaan Abbott tercapai" [3].
Policy causation:** The Centre for Future Work's research suggests the 1 million jobs created between 2013-2018 may not have been primarily attributable to Coalition policy.
Penelitian lebih lanjut mencatat bahwa "2013-18 adalah kesepuluh kalinya Australia menciptakan setidaknya 1 juta pekerjaan dalam 5 tahun.
The report notes that "Australia's job-creation record since 2013 has actually been unimpressive" when considered relative to population growth and that "it was only due to a surge in part-time jobs (most of them casual, low-wage positions) that Mr.
Pertama kalinya adalah 30 tahun yang lalu" dan bahwa "tingkat pertumbuhan pekerjaan sejak 2013 lebih lambat dari rata-rata historis jangka panjang" [3]. **2.
Abbott's million-job target was met" [3].
Janji vs. prosedur standar:** Masalah intinya bukan apakah pekerjaan dapat diciptakan, tetapi apakah janji kebijakan utama harus memiliki analisis pendukung sebelum pengumuman.
The research further notes that "2013-18 was the tenth time Australia created at least 1 million jobs in 5 years.
Kurangnya pemodelan, perhitungan, atau bahkan analisis pemerintahan internal Treasury apa pun untuk komitmen sebesar ini mewakili pendekatan yang tidak biasa terhadap pengembangan kebijakan [1]. **3.
The first time was 30 years ago" and that "the rate of employment growth since 2013 has been slower than the long-term historical average" [3].
**2.
Akuntabilitas asimetris:** Klaim ini menyoroti standar ganda yang sah: jika Treasury dapat menganalisis kebijakan Buruh secara memadai untuk menyerangnya, seharusnya diminta untuk menganalisis janji utama Koalisi sendiri [1].
Promise vs. standard procedures:** The core issue is not whether jobs could be created, but whether major policy pledges should have supporting analysis before announcement.
Pengamatan Chris Bowen pada titik ini berdasarkan fakta [1]. **4.
The lack of any Treasury modelling, calculation, or even internal government analysis for such a significant commitment represents an unusual approach to policy development [1].
**3.
Preseden historis:** Janji 1 juta pekerjaan Tony Abbott yang hampir identik menjelang 2013 juga tampaknya kurang pemodelan rinci sebelumnya, menunjukkan ini mungkin mencerminkan pola dalam strategi pemilu Koalisi daripada kejadian terisolasi [2].
Asymmetrical accountability:** The claim highlights a legitimate double standard: if Treasury can analyse Labor's policies sufficiently to attack them, it should have been asked to analyse the Coalition's own major pledges [1].
BENAR
7.0
/ 10
Klaim ini secara faktual akurat: Morrison memang berjanji 1,25 juta pekerjaan tanpa pemodelan Treasury, seperti yang dikonfirmasi oleh respons FOI dan pengakuan Treasury sendiri bahwa target tersebut melebihi asumsi anggaran mereka [1].
The claim is factually accurate: Morrison did promise 1.25 million jobs without Treasury modelling, as confirmed by the FOI response and Treasury's own acknowledgment that the target exceeded their budget assumptions [1].
Namun, pembingkaian klaim menghilangkan konteks penting tentang kualitas pekerjaan, garis dasar pertumbuhan populasi, dan pencapaian janji 1 juta pekerjaan tanpa pemodelan oleh Abbott yang sebenarnya terjadi, yang mempersulit narasi sederhana tentang "janji yang dilanggar."
However, the claim's framing omits important context about jobs quality, population growth baselines, and the actual achievement of the previous (unmodelled) 1 million job pledge by Abbott, which complicate the simple narrative of "broken promise."
Skor Akhir
7.0
/ 10
BENAR
Klaim ini secara faktual akurat: Morrison memang berjanji 1,25 juta pekerjaan tanpa pemodelan Treasury, seperti yang dikonfirmasi oleh respons FOI dan pengakuan Treasury sendiri bahwa target tersebut melebihi asumsi anggaran mereka [1].
The claim is factually accurate: Morrison did promise 1.25 million jobs without Treasury modelling, as confirmed by the FOI response and Treasury's own acknowledgment that the target exceeded their budget assumptions [1].
Namun, pembingkaian klaim menghilangkan konteks penting tentang kualitas pekerjaan, garis dasar pertumbuhan populasi, dan pencapaian janji 1 juta pekerjaan tanpa pemodelan oleh Abbott yang sebenarnya terjadi, yang mempersulit narasi sederhana tentang "janji yang dilanggar."
However, the claim's framing omits important context about jobs quality, population growth baselines, and the actual achievement of the previous (unmodelled) 1 million job pledge by Abbott, which complicate the simple narrative of "broken promise."