Sebagian Benar

Penilaian: 6.0/10

Coalition
C0070

Klaim

“Menolak untuk merilis pemodelan untuk mendukung klaim bahwa kebijakan iklim mereka dapat mencapai target yang mereka katakan.”
Sumber Asli: Matthew Davis

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Klaim bahwa Koalisi awalnya menolak untuk merilis pemodelan iklim adalah **fakta yang akurat**.
The claim that the Coalition initially refused to release climate modelling is **factually accurate**.
Ketika Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan target net-zero 2050 pada 26 Oktober 2021, ia menyatakan pemodelan akan dirilis "akhirnya" tetapi menolak untuk menyediakannya pada saat pengumuman [1].
When Prime Minister Scott Morrison announced the 2050 net-zero target on 26 October 2021, he stated modelling would be released "eventually" but refused to provide it at the time of announcement [1].
Pemerintah menolak perintah Senat pada 21 Oktober 2021 yang mengharuskan Menteri Energi Angus Taylor untuk menyampaikan pemodelan tersebut, dengan tenggat waktu berlalu tanpa rilis [2].
The government resisted a Senate order on 21 October 2021 requiring Energy Minister Angus Taylor to table the modelling, with the deadline passing without release [2].
Namun, penolakan ini tidak permanen—Koalisi kemudian merilis pemodelan ekonomi terperinci pada 12 November 2021, sekitar dua minggu kemudian [3].
However, this refusal was not permanent—the Coalition subsequently released detailed economic modelling on 12 November 2021, approximately two weeks later [3].
Pemodelan awal yang dirahasiakan mencakup rincian pengurangan emisi berdasarkan sektor, proyeksi dampak ekonomi, dan asumsi tentang terobosan teknologi [1].
The initial modelling that was kept secret included breakdowns of emissions reductions by sector, economic impact projections, and assumptions about technology breakthroughs [1].
Pemerintah menyatakan pemodelan akan dirilis setelah menyelesaikan negosiasi dengan Nationals dan menyempurnakan detail kebijakan [2].
The government stated modelling would be released after concluding negotiations with the Nationals and finalising policy details [2].

Konteks yang Hilang

**Linimasa dan Resolusi:** Klaim ini menyesatkan tanpa mengakui bahwa pemodelan akhirnya dirilis.
**Timeline and Resolution:** The claim is misleading without acknowledging that modelling was eventually released.
Ini bukan penolakan permanen tetapi penundaan selama fase negosiasi dengan Nationals.
This was not a permanent refusal but a delay during the negotiation phase with the Nationals.
Penundaan dua minggu terjadi saat pemerintah menyempurnakan konsesi untuk Nationals sebagai imbalan atas dukungan mereka terhadap target net-zero [2].
The two-week delay occurred as the government finalized concessions to the Nationals in exchange for their support of the net-zero target [2].
Treasury kemudian merilis "Australia's Net Zero Transformation: Treasury Modelling and Analysis" yang meneliti dampak ekonomi dan jalur transisi [3]. **Alasan Penundaan Awal:** Alasan yang dinyatakan pemerintah atas penundaan adalah negosiasi dengan Nationals masih berlangsung, dan merilis pemodelan terperinci sebelum menyelesaikan negosiasi tersebut dapat merusak posisi negosiasi.
The Treasury subsequently released "Australia's Net Zero Transformation: Treasury Modelling and Analysis" which examined economic impacts and pathways [3]. **Reasons for Initial Delay:** The government's stated reason for the delay was that negotiations with the Nationals were ongoing, and releasing detailed modelling before finalizing those negotiations could have undermined the negotiating position.
Wakil PM Barnaby Joyce telah mengeluarkan peringatan bahwa "akan berantakan" jika Morrison berkomitmen terhadap net-zero tanpa dukungan Nationals [2].
Deputy PM Barnaby Joyce had issued warnings that "it will be ugly" if Morrison committed to net-zero without Nationals backing [2].
Pemerintah menunjukkan pemodelan akan dirilis sebelum Perdana Menteri menghadiri pembicaraan COP26 [2]. **Konteks Legislatif:** Koalisi telah menolak seruan untuk mengukuhkan target 2050 dalam undang-undang, berpendekatan "teknologi bukan pajak" mereka tidak memerlukan hukum baru [1].
The government indicated modelling would be released before the Prime Minister attended COP26 talks [2]. **Legislative Context:** The Coalition had resisted calls to enshrine the 2050 target in legislation, arguing their "technology not taxes" approach did not require new laws [1].
Perbedaan filosofis ini dengan Labor berarti waktu rincian kebijakan diperlakukan sebagai masalah kampanye pemilihan daripada persyaratan legislatif yang mendesak.
This philosophical difference with Labor meant the timing of policy details was treated as an election campaign matter rather than an urgent legislative requirement.

Penilaian Kredibilitas Sumber

Sumber asli yang diberikan adalah **The Guardian Australia**, yang merupakan organisasi berita arus utama dengan posisi editorial center-left [4].
The original source provided is **The Guardian Australia**, which is a mainstream news organization with a center-left editorial position [4].
Pelaporan The Guardian tentang masalah ini mencakup fakta yang didokumentasikan (perintah Senat, tenggat waktu yang terlewat) tetapi menggunakan bahasa yang mencerminkan skeptisisme tentang pendekatan Koalisi ("berkomitmen untuk kerahasiaan," "penolakan untuk mengungkapkan").
The Guardian's reporting on this issue included documented facts (the Senate order, the missed deadline) but used language reflecting skepticism about the Coalition's approach ("committed to secrecy," "refusal to disclose").
Pelaporan tersebut secara faktual akurat tetapi mencakup framing interpretatif yang menekankan kurangnya transparansi Koalisi daripada sifat sementara dari penundaan.
The reporting was factually accurate but included interpretive framing that emphasized the Coalition's lack of transparency rather than the temporary nature of the delay.
Sumber sekunder yang dikutip (Renew Economy, AFR, SMH) mewakili spektrum politik penuh.
Secondary sources cited (Renew Economy, AFR, SMH) represent the full political spectrum.
Renew Economy adalah jurnalisme advokasi energi terbarukan.
Renew Economy is pro-renewable energy advocacy journalism.
AFR dan SMH adalah outlet arus utama yang melaporkan baik penolakan awal maupun rilis berikutnya [3].
The AFR and SMH are mainstream outlets that reported both the initial refusal and subsequent release [3].
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal yang serupa?** Pencarian yang dilakukan: "Labor kebijakan iklim pemodelan transparansi target 2030" Labor juga menghadapi kritik karena pemodelan yang tidak memadai dan kurang transparan tentang kebijakan iklim.
**Did Labor do something similar?** Search conducted: "Labor climate policy modelling transparency 2030 target" Labor also faced criticism for insufficient modelling and transparency on climate policy.
Setelah pemilihan 2019 di mana target pengurangan emisi 45% tahun 2030 Labor dikalahkan, partai tersebut meninggalkan target tersebut dan tidak mengumumkan kebijakan iklim baru hingga **setelah COP26** [5].
After the 2019 election where Labor's 45% 2030 emissions reduction target was defeated, the party abandoned the target and did not announce a new climate policy until **after COP26** [5].
Sebaliknya, Morrison mengumumkan targetnya sebelum COP26, meskipun awalnya tanpa pemodelan [1].
By contrast, Morrison announced his target before COP26, even if initially without modelling [1].
Ketika Labor akhirnya mengumumkan target pengurangan emisi 43% pada 2022, partai tersebut menghapus pemodelan terperinci dari situs webnya menurut para ahli energi, dengan kritik bahwa Labor akan "gagal memenuhi target kunci" dari kebijakan energinya sendiri [6].
When Labor eventually announced its 43% emissions reduction target in 2022, the party removed detailed modelling from its website according to energy experts, with criticism that Labor would "fail to meet key targets" from its own energy policy [6].
Ini menunjukkan Labor juga terlibat dalam presentasi informasi kebijakan iklim yang selektif.
This suggests Labor also engaged in selective presentation of climate policy information.
Kebijakan iklim Labor 2022 juga menghadapi kritik dari IMF, yang menunjukkan target 43% bisa setara dengan harga karbon A$255 atau biaya A$4.500 per rumah tangga hingga 2030—biaya yang Labor belum memodelkan secara transparan pada saat pengumuman [7]. **Perbedaan kunci:** Koalisi menunda rilis pemodelan selama dua minggu selama negosiasi; Labor tampaknya menghapus pemodelan dari pandangan publik seluruhnya dan tidak merilis rencana iklim hingga setelah k TT puncak internasional.
Labor's 2022 climate policy also faced criticism from the IMF, which suggested the 43% target could equate to a $255 carbon price or $4,500 per household costs by 2030—costs Labor had not fully transparently modelled at the time of announcement [7]. **Key difference:** The Coalition delayed modelling release by two weeks during negotiations; Labor appeared to remove modelling from public view entirely and did not release a climate plan until after a major international summit.
🌐

Perspektif Seimbang

**Argumen untuk "Menolak untuk Merilis":** Kritik berhak menyoroti penolakan awal tersebut, karena pemerintah yang membuat komitmen kebijakan besar harus memberikan transparansi segera.
**The Case for "Refused to Release":** Critics were justified in calling out the initial refusal, as governments making major policy commitments should provide transparency immediately.
Perintah Senat untuk merilis pemodelan (yang lolos lintas partai) mencerminkan keprihatinan akuntabilitas demokratis yang sah [2].
The Senate order to release modelling (which passed cross-party) reflected legitimate democratic accountability concerns [2].
Labor, Greens, dan kelompok lingkungan dengan benar mengidentifikasi bahwa target 2050 memiliki nilai segera yang terbatas tanpa jalur implementasi terperinci dan proyeksi trajektori pertengahan abad [1].
Labor, Greens, and environmental groups correctly identified that 2050 targets of limited immediate value without detailed implementation pathways and mid-century trajectory projections [1].
Pernyataan Morrison sendiri bahwa 15% tugas pengurangan mengandalkan "terobosan teknologi" yang belum ditemukan secara sah mengkhawatirkan bagi para kritikus [1].
Morrison's own statement that 15% of the abatement task relied on "technology breakthroughs" that hadn't yet been invented was legitimately concerning to critics [1].
Asumsi optimisme teknologi dapat meningkatkan hasil kebijakan yang diklaim. **Pembenaran Koalisi:** Pemerintah berpendekatan bahwa merilis pemodelan parsial selama negosiasi Nationals akan merusak posisi negosiasi mereka.
Technology optimism assumptions can inflate claimed policy outcomes. **The Coalition's Justification:** The government argued that releasing partial modelling during Nationals negotiations would have undermined their negotiating position.
Negosiasi politik dengan mitra koalisi sering memerlukan pengungkapan bertahap rincian kebijakan [2].
Political negotiations with coalition partners often require staged disclosure of policy details [2].
Penundaan dua minggu secara operasional diperlukan untuk menyempurnakan spesifikasi kebijakan.
The two-week delay was operationally necessary to finalize policy specifics.
Pemodelan yang dirilis memproyeksikan bahwa net-zero akan membuat warga Australia lebih baik sebesar hampir A$2.000 hingga 2050, dengan pendapatan nasional kotor 1,6% lebih tinggi daripada skenario tanpa tindakan [1][3].
The released modelling projected that net-zero would leave Australians nearly $2,000 better off by 2050, with gross national income 1.6% higher than a no-action scenario [1][3].
Proyeksi ekonomi positif ini bisa dirilis lebih awal, tetapi pemerintah menyesuaikan pengumuman dengan kesepakatan Nationals. **Analisis Komparatif:** Ini tampaknya merupakan praktik politik normal lintas partai.
These positive economic projections could have been released earlier, but the government sequenced the announcement with the Nationals deal. **Comparative Analysis:** This appears to be a normal political practice across parties.
Labor juga menentukan waktu pengumuman kebijakan besar (menunda rencana iklim mereka hingga setelah COP26) dan kemudian menghadapi kritik karena tidak menyediakan pemodelan yang memadai untuk target mereka sendiri [5][6].
Labor also timed major policy announcements (delaying their climate plan until after COP26) and later faced criticism for not providing adequate modelling for its own target [5][6].
Perbedaan kuncinya adalah bahwa penundaan Koalisi terukur dan sementara (14 hari), sementara pendekatan Labor lebih berkelanjutan.
The key difference is that the Coalition's delay was measurable and temporary (14 days), while Labor's approach was more sustained.
Filosofi "teknologi bukan pajak" Morrison juga menjelaskan mengapa pemodelan hari pertama yang terperinci tidak tersedia—model pemerintah mengasumsikan pengurangan biaya teknologi yang akan terealisasi melalui kompetisi pasar daripada kebijakan yang dimandatkan, membuat asumsi pertengahan abad secara inheren tidak pasti. **Konteks kunci:** Penolakan untuk segera merilis pemodelan bukan unik bagi Koalisi.
Morrison's "technology not taxes" philosophy also explained why detailed day-one modelling wasn't available—the government's model assumed technological cost reductions that would be realized through market competition rather than mandated policies, making mid-century assumptions inherently uncertain. **Key context:** The refusal to release modelling immediately was not unique to the Coalition.
Namun, Morrison benar bahwa "tidak ada yang bisa memprediksi kemajuan selama 30 tahun ke depan," yang mengapa target 2050 yang berat teknologi secara inheren memiliki komponen yang sangat tidak pasti [1].
However, Morrison was correct that "no one could predict advances over the next 30 years," which is why technology-heavy 2050 targets inherently have substantial uncertain components [1].

SEBAGIAN BENAR

6.0

/ 10

Klaim ini secara faktual akurat bahwa Koalisi awalnya menolak untuk merilis pemodelan ketika target net-zero diumumkan pada 26 Oktober 2021.
The claim is factually accurate that the Coalition initially refused to release modelling when the net-zero target was announced on 26 October 2021.
Namun, klaim ini tidak lengkap dan menyesatkan karena: 1.
However, the claim is incomplete and misleading because: 1.
Penolakan tersebut bersifat sementara (14 hari), bukan permanen [1][2][3] 2.
The refusal was temporary (14 days), not permanent [1][2][3] 2.
Pemodelan Treasury terperinci dirilis pada 12 November 2021 [3] 3.
Detailed Treasury modelling was released on 12 November 2021 [3] 3.
Penundaan terjadi selama negosiasi mitra koalisi, yang merupakan praktik politik standar [2] 4.
The delay occurred during coalition partner negotiations, which is standard political practice [2] 4.
Labor juga menunda pengumuman kebijakan iklim dan menghadapi kritik karena menghapus pemodelan dari pandangan publik [5][6] Pernyataan yang lebih akurat akan berbunyi: "Koalisi menunda merilis pemodelan terperinci selama dua minggu setelah mengumumkan target net-zero 2050, dengan mengutip negosiasi yang sedang berlangsung dengan Nationals, tetapi pada akhirnya merilis analisis Treasury yang komprehensif sebelum menghadiri pembicaraan COP26."
Labor similarly delayed climate policy announcements and has faced criticism for removing modelling from public view [5][6] The more accurate statement would be: "The Coalition delayed releasing detailed modelling for two weeks after announcing the 2050 net-zero target, citing ongoing negotiations with the Nationals, but ultimately released comprehensive Treasury analysis before attending COP26 talks."

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (7)

  1. 1
    theguardian.com

    theguardian.com

    Prime minister Scott Morrison says ‘technology breakthroughs’ will help country meet reductions targets but Labor calls plan a ‘scam’

    the Guardian
  2. 2
    reneweconomy.com.au

    reneweconomy.com.au

    Reneweconomy Com

  3. 3
    afr.com

    afr.com

    Afr

  4. 4
    allsides.com

    allsides.com

    Allsides

  5. 5
    thetimes.com.au

    thetimes.com.au

    News

    The Times
  6. 6
    hancockenergy.com.au

    hancockenergy.com.au

    Labor will fail to meet key targets from the energy policy it took to the 2022 election, according to energy experts, after the party removed modelling from its website.

    Hancock Energy
    Original link unavailable — view archived version
  7. 7
    afr.com

    afr.com

    IMF says Labor’s 43 per cent emissions target puts Australia on the right track, but implies it could cost the equivalent of $4500 per household by 2030.

    Australian Financial Review

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.