Sebagian Benar

Penilaian: 6.5/10

Coalition
C0029

Klaim

“Tidak bersedia membenarkan atau menjelaskan rincian pengeluaran 400 juta dolar Australia per tahun untuk menjalankan pusat penahanan imigrasi Nauru. Jumlah tahanan telah turun 10 kali lipat namun total pengeluaran tetap sama. Biayanya kini mencapai 15.000 dolar Australia per orang per hari. Lebih murah untuk menampung tahanan di hotel bintang lima mana pun.”
Sumber Asli: Matthew Davis
Dianalisis: 29 Jan 2026

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

### Klaim Pengeluaran Tahunan 400 Juta Dolar Australia
### $400 Million Annual Spending Claim
Klaim pengeluaran sekitar 400 juta dolar Australia per tahun adalah **AKURAT**.
The claim of approximately $400 million in annual spending is **ACCURATE**.
Menurut analisis The Guardian terhadap angka-angka pemerintah, Australia saat ini membayar sekitar 40 juta dolar Australia per bulan untuk menjalankan rezim pemrosesan luar negeri di Nauru [1].
According to The Guardian's analysis of government figures, Australia currently pays about $40 million per month to run its offshore processing regime on Nauru [1].
Selama periode 12 bulan, ini setara dengan sekitar 480 juta dolar Australia per tahun.
Over a 12-month period, this equates to approximately $480 million annually.
Lebih khususnya, respons pemerintah terhadap pertanyaan Senat pada catatan memperlihatkan bahwa dari November 2017 hingga Januari 2021, pemerintah Australia menghabiskan lebih dari 1,67 miliar dolar Australia untuk layanan "garison dan kesejahteraan" bagi mereka yang ditahan di pulau tersebut, dengan tambahan 398,8 juta dolar Australia dibayarkan kepada individu, organisasi, atau pemerintah lainnya—dana yang Kementerian Dalam Negeri menolak untuk merinci kepada Senat [1].
More specifically, government responses to Senate questions on notice revealed that from November 2017 to January 2021, the Australian government spent more than $1.67 billion on "garrison and welfare" services for those held on the island, with an additional $398.8 million paid to other individuals, organisations, or governments—funds the Department of Home Affairs refused to detail to the Senate [1].
### Klaim Pengurangan Jumlah Tahanan
### Detainee Population Reduction Claim
Klaim pengurangan sepuluh kali lipat dalam jumlah tahanan adalah **SUBSTANSIAL AKURAT**.
The claim of a tenfold reduction in detainee numbers is **SUBSTANTIALLY ACCURATE**.
Menurut angka-angka pemerintah yang dikutip The Guardian: - **Mei 2016:** 1.193 orang ditahan di Nauru [1] - **Agustus 2021:** 107 pengungsi dan pencari suaka ditahan di pulau tersebut [1] Ini mewakili pengurangan sekitar 91% (atau rasio sekitar 11:1), yang sesuai dengan klaim "faktor 10" [1].
According to government figures cited by The Guardian: - **May 2016:** 1,193 people were held on Nauru [1] - **August 2021:** 107 refugees and asylum seekers were held on the island [1] This represents an approximately 91% reduction (or roughly 11:1 ratio), which closely matches the "factor of 10" claim [1].
### Biaya Per Orang Per Hari (Klaim 15.000 Dolar Australia)
### Per-Person-Per-Day Cost ($15,000 Claim)
Angka 15.000 dolar Australia per orang per hari adalah **ESENSIAL AKURAT** meskipun bervariasi tergantung metodologi perhitungan.
The $15,000 per person per day figure is **ESSENTIALLY ACCURATE** though varies depending on calculation methodology.
Analisis The Guardian menemukan: - **Agustus 2021:** 464.486 dolar Australia per bulan untuk setiap orang, yang setara dengan sekitar 15.350 dolar Australia per hari [1] - **Rata-rata 2021:** 358.646 dolar Australia biaya bulanan per orang, setara dengan sekitar 11.800 dolar Australia per hari [1] Sumber lain menyebutkan 10.000-11.000 dolar Australia per orang per hari pada 2021 [2][3].
The Guardian's analysis found: - **August 2021:** $464,486 per month for each person, which equals approximately $15,350 per day [1] - **2021 average:** $358,646 monthly cost per person, equating to approximately $11,800 per day [1] Other sources cite $10,000-$11,000 per person per day in 2021 [2][3].
Variasi ini mencerminkan pendekatan akuntansi dan periode waktu yang berbeda.
The variation reflects different accounting approaches and time periods analyzed.
Untuk konteks, pada **Mei 2016** ketika ada 1.193 tahanan, biayanya adalah 45.347 dolar Australia per bulan per orang, atau sekitar 1.460 dolar Australia per hari [1].
For context, in **May 2016** when there were 1,193 detainees, the cost was $45,347 per month per person, or approximately $1,460 per day [1].
### Ketidakmampuan Membenarkan atau Merinci Pengeluaran
### Inability to Justify or Breakdown Spending
Klaim bahwa pemerintah "menolak untuk membenarkan atau merinci" pengeluaran adalah **TERVERIFIKASI**.
The claim that the government "refused to justify or breakdown" spending is **VERIFIED**.
Respons Kementerian Dalam Negeri terhadap pertanyaan Senat pada catatan secara eksplisit menyatakan: "Data pembayaran yang kemudian dicatat dalam Sistem Informasi Manajemen Keuangan Departemen tidak dipecah… dan intervensi manual yang diperlukan untuk mengidentifikasi tingkat detail ini merupakan pengalihan sumber daya yang tidak masuk akal." [1] Dari total pengeluaran garison dan kesejahteraan 1,67 miliar dolar Australia dari November 2017 hingga Januari 2021, departemen mengidentifikasi 1,27 miliar dolar Australia dibayarkan kepada tiga "entitas utama" (Canstruct, IHMS, dan pemerintah Nauru), namun menolak merinci di mana 398,8 juta dolar Australia sisanya dihabiskan [1]. ---
Department of Home Affairs responses to Senate questions on notice explicitly stated: "Payment data subsequently recorded in the Department's Financial Management Information System is not disaggregated… and the manual intervention required to identify this level of detail constitutes an unreasonable diversion of resources." [1] Of the $1.67 billion in total garrison and welfare spending from November 2017 to January 2021, the department identified $1.27 billion paid to three "primary entities" (Canstruct, IHMS, and the Nauru government), but refused to detail where the remaining $398.8 million was spent [1]. ---

Konteks yang Hilang

### Masalah "Biaya Tetap Meski Populasi Lebih Rendah"
### The "Static Costs Despite Lower Population" Problem
Klaim dengan benar mengidentifikasi masalah struktural yang nyata: Australia terus membayar sekitar 40 juta dolar Australia per bulan pada 2021—hampir identik dengan pengeluaran 2016—meskipun ada pengurangan 91% dalam jumlah tahanan [1].
The claim correctly identifies a genuine structural issue: Australia continued paying approximately $40 million monthly in 2021—nearly identical to 2016 spending—despite a 91% reduction in detainee numbers [1].
Ini mencerminkan realitas infrastruktur tetap dan kewajiban kontrak.
This reflects the reality of fixed infrastructure and contractual obligations.
Namun, klaim mengabaikan konteks penting tentang **mengapa** biaya tetap tinggi: 1. **Biaya Infrastruktur Tetap**: Fasilitas penahanan, infrastruktur kesehatan, sistem keamanan, dan staf administratif mewakili biaya tetap yang sebagian besar tidak berubah secara proporsional dengan populasi [1].
However, the claim omits important context about **why** costs remained high: 1. **Fixed Infrastructure Costs**: The detention facility, healthcare infrastructure, security systems, and administrative staff represent largely fixed costs that don't scale proportionally with population [1].
Fasilitas harus tetap operasional dan terawat. 2. **Kewajiban Kontraktual**: Kontrak Canstruct meningkat dari 8 juta dolar Australia (Oktober 2017) menjadi 385 juta dolar Australia (November 2017)—kenaikan 4.500%—dengan amandemen selanjutnya menaikkannya menjadi total 1,6 miliar dolar Australia pada 2021 [1].
The facility must remain operational and maintained. 2. **Contractual Obligations**: Canstruct's contract increased from $8 million (October 2017) to $385 million (November 2017)—a 4,500% increase—with subsequent amendments raising it to $1.6 billion total by 2021 [1].
Ini adalah komitmen multi-tahun yang berlanjut terlepas dari jumlah tahanan. 3. **Penyediaan Kesehatan dan Layanan**: Dengan 78 dari 107 tahanan tersisa adalah pengungsi yang perlindungannya telah secara resmi diakui, Australia memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan perumahan, layanan kesehatan, dan layanan [1].
These were multi-year commitments that continued regardless of detainee numbers. 3. **Healthcare and Services Provision**: With 78 of 107 remaining detainees being refugees whose protection had been formally recognized, Australia had legal obligations to provide housing, healthcare, and services [1].
Ini tidak dapat diabaikan. 4. **Pemeliharaan Fasilitas**: Fasilitas tidak dapat sekadar "dimatikan"—memerlukan pemeliharaan berkelanjutan, keamanan, utilitas, dan pengawasan administratif bahkan dengan hunian yang berkurang [1].
These cannot be abandoned. 4. **Facility Maintenance**: The facility cannot simply be "mothballed"—it requires ongoing maintenance, security, utilities, and administrative oversight even with reduced occupancy [1].
### Perbandingan "Hotel Bintang Lima"
### The "Five-Star Hotel" Comparison
Klaim bahwa "lebih murah untuk menampung tahanan di hotel bintang lima mana pun" adalah **MENYESATKAN** tanpa konteks.
The claim that "it would be cheaper to house the detainees in any five star hotel" is **MISLEADING** without context.
Meskipun 15.000 dolar Australia per orang per hari sangat mahal, angka ini mencakup: - Perumahan dan fasilitas - Perawatan medis 24 jam (banyak tahanan memiliki masalah kesehatan mental dari penahanan berkepanjangan) [1] - Keamanan dan penjaga - Layanan hukum dan administrasi - Transportasi dan logistik - Biaya administrasi pemerintah Hotel bintang lima menyediakan akomodasi dan keramahtamahan, bukan fasilitas penahanan aman dengan layanan medis dan infrastruktur hukum [1].
While $15,000 per person per day is extraordinarily expensive, this figure encompasses: - Housing and facilities - 24-hour medical care (many detainees have mental health issues from prolonged detention) [1] - Security and guards - Legal and administrative services - Transport and logistics - Government administration costs A five-star hotel provides accommodation and hospitality, not a secure detention facility with medical services and legal infrastructure [1].
Perbandingan ini menyederhanakan persyaratan operasional. ---
The comparison oversimplifies the operational requirements. ---

Penilaian Kredibilitas Sumber

### The Guardian Australia
### The Guardian Australia
The Guardian adalah organisasi berita arus utama yang diakui secara internasional dengan perspektif editorial yang cenderung ke kiri [4].
The Guardian is a mainstream, internationally recognized news organization with a left-leaning editorial perspective [4].
Untuk analisis ini: **Kekuatan:** - Artikel November 2021 mengutip data pemerintah spesifik dari pertanyaan Senat pada catatan - Angka-angka keuangan dilacak langsung ke respons pemerintah resmi - Pelaporan dikaitkan dengan jurnalis yang disebutkan namanya (Ben Doherty dan Nick Evershed) - Artikel menyediakan tautan PDF ke dokumen pemerintah aktual **Pertimbangan perspektif:** - The Guardian secara editorial kritis terhadap kebijakan imigrasi Koalisi, yang mempengaruhi pembingkaian - Judul (4,3 juta dolar Australia per orang per tahun) menggunakan bahasa yang dramatis - Artikel menyertakan kutipan dari senator Buruh Kristina Keneally tanpa pembelaan Koalisi yang setara **Penilaian keseluruhan:** The Guardian adalah sumber arus utama yang kredibel, tetapi pembingkaian politik terlihat jelas.
For this analysis: **Strengths:** - The November 2021 article cites specific government data from Senate questions on notice - Financial figures are traced directly to official government responses - The reporting is attributed to named journalists (Ben Doherty and Nick Evershed) - The article provides PDF links to actual government documents **Perspective considerations:** - The Guardian is editorially critical of Coalition immigration policy, which influences framing - The headline ($4.3m per person per year) uses dramatic language - The article includes quotes from Labor senator Kristina Keneally without equivalent Coalition defense **Overall assessment:** The Guardian is a credible mainstream source, but the political framing is evident.
Angka-angka keuangan inti yang dikutip tampak akurat berdasarkan dokumen pemerintah yang dirujuk, tetapi interpretasi menekankan eskalasi biaya yang dramatis daripada menjelajahi alasan struktural. ---
The core financial figures cited appear accurate based on government documents referenced, but the interpretation emphasizes the dramatic cost escalation rather than exploring structural reasons. ---
⚖️

Perbandingan Labor

### Apakah Partai Buruh Memiliki Biaya Pusat Penahanan yang Serupa?
### Did Labor Have Similar Detention Center Costs?
**Pencarian dilakukan:** "Biaya penahanan luar negeri pemerintah Buruh Rudd Gillard pengeluaran imigrasi" Buruh memulai pemrosesan luar negeri di bawah Perdana Menteri Kevin Rudd dan memperluasnya di bawah Julia Gillard (2008-2013).
**Search conducted:** "Labor government offshore detention costs Rudd Gillard immigration spending" Labor initiated offshore processing under Prime Minister Kevin Rudd and expanded it under Julia Gillard (2008-2013).
Sejarahnya signifikan: **Penahanan Luar Negeri Buruh:** - **2008:** Pemerintah Buruh yang baru terpilih awalnya *membongkar* iterasi pertama pemrosesan luar negeri, menyebutnya "latihan yang sinis, mahal dan pada akhirnya tidak berhasil" [5] - **Setelah 2009:** Ketika kedatangan perahu meningkat, Buruh membalikkan arah dan mendirikan kembali penahanan luar negeri di Pulau Manus dan akhirnya menggunakan Nauru - **Periode puncak (2012-2013):** Ribuan ditahan di luar negeri di bawah kebijakan "Solusi Malaysia" Buruh [6] - **Biaya 2015-16 (pasca-Buruh):** Penahanan luar negeri masih menghabiskan lebih dari 1 miliar dolar Australia per tahun dengan sekitar 829.000 dolar Australia per tahanan per tahun [7] **Temuan Kunci:** Buruh *menciptakan dan memperluas* penahanan luar negeri sebagai respons kebijakan terhadap kedatangan perahu.
The history is significant: **Labor's Offshore Detention:** - **2008:** Newly elected Labor government initially *dismantled* the first iteration of offshore processing, calling it "a cynical, costly and ultimately unsuccessful exercise" [5] - **2009 onwards:** As boat arrivals increased, Labor reversed course and re-established offshore detention on Manus Island and eventually used Nauru - **Peak period (2012-2013):** Thousands were held in offshore detention under Labor's "Malaysia Solution" policy [6] - **2015-16 costs (post-Labor):** Offshore detention still cost over $1 billion per year with approximately $829,000 per detainee annually [7] **Key Finding:** Labor *created and expanded* offshore detention as a policy response to boat arrivals.
Meskipun Koalisi melanjutkan dan memperkuat kebijakan, fase perluasan Buruh juga melibatkan biaya substansial, meskipun dengan populasi tahanan yang lebih tinggi membuat biaya per orang lebih rendah [6][7]. **Konteks kritis:** Klaim secara spesifik berfokus pada biaya per orang *era Koalisi*, yang secara legitimatif lebih tinggi daripada era Buruh karena pengurangan populasi—tetapi ini mencerminkan keberhasilan Koalisi dalam menangkal kedatangan perahu daripada semata-mata pengeluaran yang boros [6]. ---
While Coalition continued and intensified the policy, Labor's expansion phase also involved substantial costs, though with higher detainee populations making per-person costs lower [6][7]. **Critical context:** The claim focuses specifically on Coalition-era *per-person costs*, which are legitimately higher than Labor's era due to population reduction—but this reflects the Coalition's success at deterring boat arrivals rather than purely wasteful spending [6]. ---
🌐

Perspektif Seimbang

### Kritik yang Sah
### Legitimate Criticisms
Klaim dengan benar mengidentifikasi masalah nyata dengan pengeluaran penahanan luar negeri: 1. **Kurangnya Transparansi:** Penolakan pemerintah untuk merinci di mana 398,8 juta dolar Australia dari 1,67 miliar dolar Australia dihabiskan tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang akuntabilitas [1].
The claim correctly identifies genuine problems with offshore detention spending: 1. **Lack of Transparency:** The government's refusal to detail where $398.8 million of $1.67 billion was spent is indefensible from an accountability standpoint [1].
Pembayar pajak memiliki hak yang sah untuk mengetahui. 2. **Eskalasi Biaya yang Tidak Proporsional:** Pengurangan sepuluh kali lipat tahanan sambil mempertahankan 91% tingkat pengeluaran benar-benar boros dan menunjukkan inefisiensi struktural [1]. 3. **Pertumbuhan Kontrak Canstruct:** Pertumbuhan eksplosif kontrak Canstruct dari 8 juta dolar Australia menjadi 1,6 miliar dolar Australia, dikombinasikan dengan donasi politik perusahaan kepada Koalisi, menimbulkan pertanyaan yang sah tentang nilai uang dan potensi konflik kepentingan [1]. 4. **Operasi Fasilitas Berkelanjutan:** Mempertahankan fasilitas penahanan untuk 107 orang dengan biaya 15.000 dolar Australia per orang per hari memang memerlukan pengawasan atas apakah fasilitas tersebut harus tetap buka [1].
Taxpayers have a legitimate right to know. 2. **Disproportionate Cost Escalation:** A tenfold reduction in detainees while maintaining 91% of spending levels is genuinely wasteful and suggests structural inefficiency [1]. 3. **Canstruct Contract Growth:** The explosive growth of Canstruct's contract from $8m to $1.6 billion, combined with the company's political donations to the Coalition, raises legitimate questions about value for money and potential conflicts of interest [1]. 4. **Ongoing Facility Operation:** Maintaining a detention facility for 107 people at $15,000 per person per day does warrant scrutiny over whether the facility should remain open [1].
### Pembenaran Pemerintah dan Konteks Alternatif
### Government Justifications and Alternative Context
**Apa yang diklaim pemerintah:** Kementerian Dalam Negeri menyatakan: "Pemrosesan regional di Nauru tetap menjadi pilar utama Operasi Perbatasan Berdaulat.
**What the government claimed:** Department of Home Affairs stated: "Regional processing in Nauru remains a key pillar of Operation Sovereign Borders.
Biaya terkait pemrosesan regional telah menyelamatkan nyawa di laut, dengan menyediakan penangkalan berkelanjutan terhadap penyelundupan manusia maritim ilegal." [1] **Analisis ahli dan komparatif:** - **Efektivitas penangkalan:** Pengurangan dramatis dari 1.193 menjadi 107 tahanan menunjukkan efek penangkalan substantif, meskipun ini tidak dapat dibuktikan secara kausal (faktor lain mempengaruhi kedatangan perahu) [1] - **Realitas biaya tetap:** Pemerintah mana pun yang mempertahankan fasilitas penahanan harus menanggung biaya infrastruktur tetap; Australia bisa menutup Nauru tetapi malah menandatangani perjanjian pada September 2021 untuk pemrosesan luar negeri yang "bertahan lama" [1] - **Kontinuitas kebijakan:** Baik Koalisi maupun Buruh mengadopsi penahanan luar negeri sebagai kebijakan inti; Koalisi hanya melanjutkan apa yang diciptakan Buruh [5][6]
Costs associated with regional processing have saved lives at sea, by providing ongoing deterrence against illegal maritime people smuggling." [1] **Expert and comparative analysis:** - **Deterrence effectiveness:** The dramatic reduction from 1,193 to 107 detainees suggests the deterrent effect was substantial, though this cannot be causally proven (other factors affected boat arrivals) [1] - **Fixed cost reality:** Any government maintaining a detention facility must bear fixed infrastructure costs; Australia could have closed Nauru but instead signed an agreement in September 2021 for "enduring" offshore processing [1] - **Policy continuity:** Both Coalition and Labor adopted offshore detention as core policy; the Coalition merely continued what Labor created [5][6]
### Konteks Kunci
### Key Context
**Ini BUKAN unik untuk Koalisi:** Buruh memulai penahanan luar negeri (membongkar lalu mendirikan kembali), memperluasnya ke populasi puncak, dan menimbulkan biaya substansial [5][6][7].
**This is NOT unique to the Coalition:** Labor initiated offshore detention (dismantled then re-established it), expanded it to peak populations, and incurred substantial costs [5][6][7].
Eskalasi biaya per orang pada tahun-tahun Koalisi mencerminkan *populasi lebih rendah* daripada semata-mata pengeluaran imigrasi yang boros—meskipun kegagalan untuk mencapai efisiensi lebih besar dengan angka yang berkurang tetap menjadi kritik yang valid. **Debat kebijakan yang sah:** Pertanyaan intinya adalah apakah penahanan luar negeri harus ada sama sekali, bukan apakah Koalisi secara khusus menemukan pengeluaran imigrasi yang boros.
The per-person cost escalation in Coalition years reflects *lower population* rather than simply wasteful spending—though the failure to achieve greater efficiency with reduced numbers remains valid criticism. **Legitimate policy debate:** The core question is whether offshore detention should exist at all, not whether Coalition specifically invented wasteful immigration spending.
Pergeseran Buruh menuju penahanan luar negeri setelah awalnya meninggalkannya menunjukkan penerimaan bipartisan terhadap kebijakan sebagai yang diperlukan, meskipun ada biaya [5][6]. ---
Labor's shift toward offshore detention after initially abandoning it suggests bipartisan acceptance of the policy as necessary, despite costs [5][6]. ---

SEBAGIAN BENAR

6.5

/ 10

Klaim fakta inti tentang jumlah pengeluaran, pengurangan populasi, dan biaya per orang per hari adalah akurat dan didokumentasikan dengan baik [1].
The core factual claims about spending amounts, population reduction, and per-person daily costs are accurate and well-documented [1].
Penolakan pemerintah untuk merinci pengeluaran 398,8 juta dolar Australia adalah benar-benar bermasalah untuk transparansi [1].
The government's refusal to detail $398.8 million in spending is genuinely problematic for transparency [1].
Namun, pembingkaian klaim menyesatkan dalam dua cara: 1. **Menyederhanakan biaya operasional**: Argumen "15.000 dolar Australia per hari adalah pemborosan" mengabaikan bahwa penahanan luar negeri melibatkan keamanan, layanan hukum, perawatan medis, dan infrastruktur yang tidak disediakan hotel bintang lima [1] 2. **Mengatribusikan masalah kebijakan sistemik hanya kepada Koalisi**: Meskipun Koalisi gagal meningkatkan efisiensi, penahanan luar negeri itu sendiri—dan biaya terkait—didirikan dan diperluas oleh Partai Buruh [5][6][7].
However, the claim's framing is misleading in two ways: 1. **Oversimplifies operational costs:** The "$15,000 per day is wasteful" argument ignores that offshore detention involves security, legal services, medical care, and infrastructure that five-star hotels don't provide [1] 2. **Attributes systematic policy problem to Coalition alone:** While the Coalition failed to improve efficiency, offshore detention itself—and its associated costs—were established and expanded by Labor [5][6][7].
Eskalasi biaya per orang mencerminkan keberhasilan penangkalan (populasi lebih rendah) daripada semata-mata pengelolaan buruk Koalisi.
The per-person cost escalation reflects deterrence success (lower population) rather than purely Coalition mismanagement.
Klaim kuat dalam mendokumentasikan *skala* pengeluaran tetapi lemah dalam menjelaskan *mengapa* pengeluaran tetap tinggi dan apakah partai perbandingan (Buruh) melakukan lebih baik. ---
The claim is strong on documenting the *scale* of spending but weak on explaining *why* spending remained high and whether the comparison parties (Labor) did better. ---

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (7)

  1. 1
    Cost of Australia holding each refugee on Nauru balloons to $4.3m a year

    Cost of Australia holding each refugee on Nauru balloons to $4.3m a year

    Exclusive: Taxpayer cost of offshore processing regime revealed as government remains silent on where $400m went

    the Guardian
  2. 2
    Nauru detainees cost $10,000 each per day in contract bonanza

    Nauru detainees cost $10,000 each per day in contract bonanza

    The federal government quietly put through a $220 million extension to Canstruct’s contract for the island nation’s detention centre.

    Australian Financial Review
  3. 3
    Nauru offshore regime to cost Australian taxpayers nearly $220m over next six months

    Nauru offshore regime to cost Australian taxpayers nearly $220m over next six months

    BRISBANE/YAREN, 24 JANUARY 2022 (THE GUARDIAN)---Australia’s offshore processing regime on Nauru will cost taxpayers nearly $220m(US$157.8 million) over

    Island Times News
  4. 4
    The Guardian - Company Information

    The Guardian - Company Information

    Latest international news, sport and comment from the Guardian

    Theguardian
  5. 5
    PDF

    Cruel, costly and ineffective: The failure of offshore processing in Australia

    Kaldorcentre Unsw Edu • PDF Document
  6. 6
    Twelve years later, $13 billion, no plan: Offshore processing drags on

    Twelve years later, $13 billion, no plan: Offshore processing drags on

    More than 130 people are still trapped offshore after being sent there by the Australian Government — with no plan for the vast majority of people there, no resettlement, and no end in sight.

    Asylum Seeker Resource Centre
  7. 7
    ozeunleashed.substack.com

    The Cost of Labor's Open Borders Disaster: Rudd's Boat People Legacy

    Ozeunleashed Substack

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.