Sebagian Benar

Penilaian: 6.0/10

Coalition
C0296

Klaim

“Memberikan kesejahteraan korporat untuk mendanai pembangkit listrik batubara, melalui hibah yang mereka klaim 'netral teknologi', meskipun hibah tersebut menentukan rentang teknologi yang sempit.”
Sumber Asli: Matthew Davis

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Klaim inti ini **substantial akurat**.
The core claim is **substantially accurate**.
Pemerintahan Morrison memang menerapkan program penjaminan pembangkit listrik yang menyediakan dukungan pajak untuk pembangkit listrik batubara, dan program tersebut memang mengandung kontradiksi yang jelas mengenai "netralitas teknologi".
The Morrison government did implement a power generation underwriting program that provided taxpayer support to coal generators, and the program did contain an apparent contradiction regarding "technology neutrality." According to the Guardian article from December 12, 2018, Energy Minister Angus Taylor announced the Morrison government's new power generation underwriting program, which provided taxpayer support to power generation projects through "a range of financing options such as underwriting floor prices, underwriting cap prices, grants and loans" [1].
Menurut artikel Guardian dari 12 Desember 2018, Menteri Energi Angus Taylor mengumumkan program penjaminan pembangkit listrik baru dari pemerintahan Morrison, yang menyediakan dukungan pajak untuk proyek pembangkit listrik melalui "rentang opsi pendanaan seperti penjaminan harga lantai, penjaminan harga langit, hibah, dan pinjaman" [1].
The program explicitly included support for "both new and existing coal plants, opening registrations of interest in its controversial new power generation underwriting program" [2].
Program tersebut secara eksplisit menyertakan dukungan untuk "pembangkit batubara baru dan yang sudah ada, membuka pendaftaran minat dalam program penjaminan pembangkit listrik kontroversial baru mereka" [2].
The key contradiction identified in the claim is accurate: "The criteria makes it clear that the program is technology neutral but it also specifies that generation projects will need to be coal, gas, batteries or pumped hydro to be eligible for the government underwriting" [3].
Kontradiksi kunci yang diidentifikasi dalam klaim ini akurat: "Kriteria memperjelas bahwa program ini netral teknologi tetapi juga menentukan bahwa proyek pembangkit perlu menggunakan batubara, gas, baterai, atau hidro tenaga pompa agar memenuhi syarat untuk penjaminan pemerintah" [3].
This is a narrow specification that excludes other renewable energy sources like rooftop solar, wind, or emerging storage technologies beyond these four categories [4].
Ini adalah spesifikasi sempit yang mengecualikan sumber energi terbarukan lainnya seperti panel surya atap, angin, atau teknologi penyimpanan baru di luar empat kategori ini [4].
The specific technologies eligible were: coal, gas, batteries, and pumped hydro.
Teknologi yang memenuhi syarat secara spesifik adalah: batubara, gas, baterai, dan hidro tenaga pompa.
Wind and solar were explicitly excluded from the underwriting program [5].
Angin dan surya secara eksplisit dikecualikan dari program penjaminan [5].
The minimum eligible project size was 30MW, which would exclude small-scale solar and distributed renewables [6].
Ukuran proyek minimum yang memenuhi syarat adalah 30MW, yang akan mengecualikan surya skala kecil dan terbarukan terdistribusi [6].
The financial commitment was substantial.
Komitmen keuangan cukup besar.
While the government did not publish an upper limit on eligible project sizes, the program guidelines indicated that "the amount of support available under each phase of the program, and the extent of taxpayer liability, will be capped" - though specific caps were not publicly disclosed at the announcement [7].
Meskipun pemerintah tidak menerbitkan batas atas ukuran proyek yang memenuhi syarat, petunjuk program menunjukkan bahwa "jumlah dukungan yang tersedia di setiap fase program, dan sejumlah kewajiban pajak, akan dibatasi" - meskipun batas spesifik tidak diungkapkan ke publik pada saat pengumuman [7].

Konteks yang Hilang

Namun, klaim ini menghilangkan konteks penting tentang rasionalisasi kebijakan dan justifikasi yang dinyatakan pemerintah. **Justifikasi Keamanan Energi Pemerintah**: Program penjaminan secara eksplisit dihadirkan untuk mengatasi keamanan dan keandalan energi daripada program dukungan murni yang netral teknologi.
However, the claim omits significant context about the policy rationale and the government's stated justification. **Government's Energy Security Justification**: The underwriting program was explicitly framed as addressing energy security and reliability rather than a purely technology-agnostic support program.
Taylor menyatakan: "Program ini akan menurunkan harga listrik bagi penghuni rumah dengan meningkatkan persaingan dan meningkatkan pasokan di pasar" dan bertujuan "untuk menghasilkan saluran proyek yang memungkinkan kami membawa pembangkitan yang ditargetkan ke dalam sistem di tempat yang tepat pada waktu yang tepat" [8].
Taylor stated: "This program will drive down electricity prices for householders by increasing competition and increasing supply in the market" and aimed "to produce a pipeline of projects that will allow us to bring targeted generation into the system in the right place at the right time" [8].
Argumen pemerintah adalah bahwa batubara dan gas menyediakan pembangkit daya dasar (pasokan kontinu) sedangkan terbarukan menyediakan pasokan intermiten, menjadikan rasionalisasi kebijakan tentang stabilitas jaringan daripada preferensi bahan bakar fosil yang sewenang-wenang - meskipun rasionalisasi ini dipertentangkan [9]. **Konteks Kebijakan Energi yang Lebih Luas**: Program penjaminan ini terjadi dalam krisis energi Australia yang lebih luas pada 2017-2018.
The government's argument was that coal and gas provided baseload power generation (continuous supply) whereas renewables provided intermittent supply, making the policy rationale about grid stability rather than arbitrary fossil fuel preference - though this rationale was contested [9]. **Broader Energy Policy Context**: This underwriting program occurred within Australia's broader energy crisis of 2017-2018.
Tinjauan Finkel sebelumnya (Desember 2017) telah merekomendasikan dukungan pemerintah untuk pembangkit yang dapat diatur (sumber yang dapat menyediakan daya sesuai permintaan), yang mencakup batubara dan gas serta penyimpanan hidro tenaga pompa [10].
The earlier Finkel Review (December 2017) had recommended government support for dispatchable generation (sources that can provide power on demand), which included both coal and gas but also pumped hydro storage [10].
Penyertaan baterai dan hidro tenaga pompa bersama batubara dan gas mencerminkan rekomendasi ini untuk kapasitas pembangkit "yang dapat diatur" [11]. **Oposisi dari Kelompok Bisnis**: Klaim ini tidak menyebutkan bahwa kelompok bisnis besar menentang program tersebut.
The inclusion of batteries and pumped hydro alongside coal and gas reflected this recommendation for "dispatchable" generation capacity [11]. **Business Group Opposition**: The claim does not mention that major business groups opposed the program.
Kamar Dagang dan Industri Australia serta Dewan Bisnis Australia mengkritiknya, dengan Dewan Bisnis menyatakan bahwa jalan buntu energi mewakili "kegagalan terbesar dalam kebijakan publik" Australia [12].
The Australian Chamber of Commerce and Industry and Business Council of Australia criticized it, with the Business Council stating that the energy impasse represented Australia's "largest failure in public policy" [12].
Kelompok bisnis menentang penggunaan dukungan pajak untuk jenis pembangkit apa pun, lebih menyukai solusi berbasis pasar. **Oposisi Politik dari Kedua Sisi**: Labor dan Greens menentang dukungan pajak apa pun untuk proyek batubara secara spesifik, tetapi tidak menentang dukungan pajak untuk semua jenis pembangkit [13].
Business groups opposed using taxpayer support for any generation type, preferring market-based solutions. **Political Opposition From Both Sides**: Labor and the Greens opposed any taxpayer support for coal projects specifically, but did not necessarily oppose taxpayer support for all generation types [13].
Klaim ini menghadirkan ini sebagai keputusan satu sisi Koalisi tanpa mencatat sifat yang dipertentangkan dari dukungan kebijakan energi di seluruh spektrum politik. **Penjelasan Kelayakan Alternatif**: Pemerintah kemudian menjelaskan bahwa rentang teknologi yang memenuhi syarat yang sempit (batubara, gas, baterai, hidro tenaga pompa) didasarkan pada kedewasaan teknologi dan kapasitas yang dapat diatur pada saat pengumuman, bukan sebagai pembatasan sewenang-wenang pada pendanaan "netral teknologi".
The claim presents this as a one-sided Coalition decision without noting the contested nature of energy policy support across the entire political spectrum. **Alternative Eligibility Explanation**: The government later explained that the narrow range of eligible technologies (coal, gas, batteries, pumped hydro) was based on technological maturity and dispatchable capacity at the time of announcement, not as an arbitrary restriction on "technology-neutral" funding.
Teknologi penyimpanan yang lebih baru dan terbarukan terdistribusi mungkin tidak disertakan karena tidak dapat memenuhi ukuran proyek minimum 30MW [14].
Newer storage technologies and distributed renewables may not have been included because they could not meet the 30MW minimum project size [14].

Penilaian Kredibilitas Sumber

Sumber asli yang disediakan adalah Guardian Australia, organisasi berita arus utama yang bereputasi.
The original source provided is the Guardian Australia, a reputable mainstream news organization.
Guardian memiliki perspektif editorial yang condong ke kiri dalam politik Australia tetapi mempertahankan standar jurnalisme profesional dengan pemeriksaan fakta dan atribusi [15].
The Guardian has a left-leaning editorial perspective in Australian politics but maintains professional journalism standards with fact-checking and attribution [15].
Artikel itu sendiri secara langsung mengutip dokumen kebijakan pemerintah dan menteri energi Angus Taylor, menjadikannya sumber yang andal untuk apa yang sebenarnya diumumkan oleh pemerintah [16].
The article itself directly quotes government policy documents and energy minister Angus Taylor, making it a reliable source for what the government actually announced [16].
Pelaporan artikel akurat mengenai konten faktual dari program penjaminan.
The article's reporting is accurate regarding the factual content of the underwriting program.
Namun, seperti kebanyakan pelaporan media, ia menghadirkan kebijakan secara tidak menguntungkan tanpa secara ekstensif mengeksplorasi rasionalisasi keamanan energi pemerintah atau konteks yang lebih luas dari tantangan energi Australia [17].
However, like most media reporting, it presents the policy unfavorably without extensively exploring the government's energy security rationale or the broader context of Australia's energy challenges [17].
Pembingkaan Guardian menekankan kekhawatiran daripada menjelaskan logika yang dimaksudkan dari kebijakan.
The Guardian's framing emphasizes concerns rather than explaining the policy's intended logic.
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal serupa?** Pemerintahan Labor juga telah menyediakan dukungan pajak untuk pembangkit energi, meskipun melalui mekanisme dan fokus teknologi yang berbeda.
**Did Labor do something similar?** Labor governments have also provided taxpayer support for energy generation, though through different mechanisms and with different technology focuses.
Pemerintahan Labor Rudd-Gillard (2007-2013) menerapkan program dukungan energi terbarukan utama: 1. **Target Energi Terbarukan (RET)**: Labor membuat skema RET, yang mengharuskan pengecer listrik untuk menyumberkan persentase yang meningkat dari daya dari sumber terbarukan [18].
The Rudd-Gillard Labor government (2007-2013) implemented major renewable energy support programs: 1. **Renewable Energy Target (RET)**: Labor created the RET scheme, which required electricity retailers to source increasing percentages of power from renewable sources [18].
Ini secara teori netral teknologi tetapi sangat mendukung angin dan surya dalam praktiknya, karena mereka adalah terbarukan yang paling hemat biaya.
This was technology-agnostic in theory but heavily favored wind and solar in practice, as they were the most cost-effective renewables.
RET berfungsi sebagai subsidi pembayar pajak tidak langsung dengan meningkatkan biaya listrik [19]. 2. **Perusahaan Pembiayaan Energi Bersih (CEFC)**: Labor mendirikan CEFC pada 2012 untuk menyediakan pembiayaan konsepsional untuk proyek energi bersih [20].
The RET functioned as an indirect taxpayer subsidy by increasing electricity costs [19]. 2. **Clean Energy Finance Corporation (CEFC)**: Labor established the CEFC in 2012 to provide concessional financing for clean energy projects [20].
Meskipun tidak terbatas pada terbarukan, CEFC menyediakan tingkat pembiayaan di bawah pasar - bentuk subsidi pembayar pajak yang mirip dengan program penjaminan Koalisi [21]. 3. **Program Isolasi Rumah**: Program isolasi rumah Labor pada 2009 melibatkan pendanaan pemerintah langsung untuk instalasi surya residensial dan isolasi, mewakili bentuk lain dari dukungan pemerintah untuk teknologi energi (meskipun pada skala residensial) [22]. 4. **Skema Kredit Surya**: Labor mendukung skema Kredit Surya, yang menyediakan potongan harga di muka untuk instalasi panel surya atap, total miliaran dalam dukungan pembayar pajak selama periode penerapannya [23]. **Perbandingan**: Kedua pemerintahan Labor dan Koalisi menyediakan dukungan pembayar pajak untuk pembangkit/infrastruktur energi - Labor menyukai terbarukan sementara Koalisi menyukai pembangkit yang dapat diatur (batubara, gas, hidro).
While not limited to renewables, the CEFC provided below-market financing rates - a form of taxpayer subsidy similar to the Coalition's underwriting program [21]. 3. **Home Insulation Program**: Labor's 2009 home insulation program involved direct government funding for residential solar installations and insulation, representing another form of government support for energy technology (albeit at residential scale) [22]. 4. **Solar Credits Scheme**: Labor supported the Solar Credits scheme, which provided up-front rebates for rooftop solar installations, totaling billions in taxpayer support over its implementation period [23]. **Comparison**: Both Labor and Coalition governments provided taxpayer support for energy generation/infrastructure - Labor favored renewables while Coalition favored dispatchable generation (coal, gas, hydro).
Keduanya dapat dikarakterisasi sebagai "kesejahteraan korporat" atau "memilih pemenang," tergantung pada perspektif.
Both can be characterized as "corporate welfare" or "picking winners," depending on perspective.
Tidak ada pemerintah yang sepenuhnya merangkul pendekatan pasar yang netral teknologi untuk energi [24].
Neither government fully embraced a technology-neutral, market-based approach to energy [24].
Subsidi terbarukan Labor memperusahaan energi terbarukan, seperti halnya penjaminan batubara Koalisi memperusahaan batubara [25].
Labor's renewable subsidies benefited renewable energy companies, just as Coalition's coal underwriting benefited coal companies [25].
Perbedaan kuncinya adalah **teknologi mana yang didukung** daripada **apakah pemerintah harus mendukung pembangkit energi**.
The key difference is **which technologies were favored** rather than **whether government should support energy generation**.
Ini adalah perbedaan ideologis fundamental tentang kebijakan energi, bukan kegagalan Koalisi yang unik.
This is a fundamental ideological difference about energy policy, not a unique Coalition failing.
🌐

Perspektif Seimbang

**Perspektif Kritis (Apa yang Ditekankan Klaim)**: Kritik program penjaminan batubara Koalisi berargumen bahwa: - Ini mewakili pemerintah memilih pemenang di pasar energi, bertentangan dengan prinsip pasar bebas [26] - Ini adalah "kesejahteraan korporat" yang menguntungkan perusahaan dan pemegang saham bahan bakar fosil [27] - Pembingkaan "netral teknologi" tidak tulus ketika kebijakan secara eksplisit mengecualikan terbarukan [28] - Ini mengunci Australia pada ketergantungan bahan bakar fosil dan mengikis upaya mitigasi perubahan iklim [29] - Program ini mewakili manajemen fiskal yang buruk, berkomitmen pada dana pembayar pajak untuk pembangkit batubara yang secara ekonomi menurun [30] **Justifikasi Pemerintah (Apa yang Dihilangkan Klaim)**: Pemerintahan Koalisi berargumen bahwa: - Australia menghadapi krisis keamanan energi dengan stasiun pembangkit batubara yang menua pensiun tanpa kapasitas pengganti yang memadai [31] - RET telah menciptakan distorsi pasar yang mendukung terbarukan dengan mengorbankan kapasitas daya dasar [32] - Stasiun batubara dan gas menyediakan daya "yang dapat diatur" yang dapat dihidupkan/dimatikan berdasarkan permintaan, sementara terbarukan bersifat intermiten [33] - Program ini dirancang untuk menarik investasi dalam kapasitas pembangkit yang andal dari jenis apa pun yang memenuhi kriteria [34] - Stabilitas jaringan dan listrik andal yang terjangkau membutuhkan pembangkit daya dasar, terutama sampai teknologi penyimpanan baterai matang [35] - Tinjauan Finkel mendukung tindakan pemerintah untuk memastikan kapasitas pembangkit yang dapat diatur memadai [36] **Perspektif Ahli**: Ekonom energi dan operator jaringan menawarkan pandangan campuran: - Beberapa mendukung kekhawatiran pemerintah tentang kapasitas daya dasar dan keandalan jaringan [37] - Yang lain berargumen bahwa penurunan biaya terbarukan dan penyimpanan baterai membuat investasi batubara tidak rasional bahkan dengan subsidi [38] - Operator jaringan (AEMO - Australian Energy Market Operator) mengidentifikasi kekhawatiran kapasitas tetapi tidak setuju tentang apakah batubara adalah solusinya [39] - Komunitas ilmu iklim secara universal menentang ekspansi pembangkit batubara sebagai tidak sesuai dengan komitmen Perjanjian Paris [40] **Masalah Mendasar - Paradoks "Netral Teknologi"**: Masalah nyata dengan kebijakan adalah kontradiksi antara prinsip yang dinyatakan dan implementasi.
**The Critical Perspective (What the Claim Emphasizes)**: Critics of the Coalition's coal underwriting program argued that: - It represented government picking winners in the energy market, contradicting free-market principles [26] - It was "corporate welfare" benefiting fossil fuel companies and shareholders [27] - The "technology neutral" framing was disingenuous when the policy explicitly excluded renewables [28] - It locked Australia into fossil fuel dependence and undermined climate change mitigation efforts [29] - The program represented poor fiscal management, committing taxpayer funds to coal generators that were economically declining [30] **The Government's Justification (What the Claim Omits)**: The Coalition government argued that: - Australia faced an energy security crisis with aging coal power stations retiring without adequate replacement capacity [31] - The RET had created market distortions favoring renewables to the detriment of baseload capacity [32] - Coal and gas stations provide "dispatchable" power that can be switched on/off based on demand, while renewables are intermittent [33] - The program was designed to attract investment in reliable generation capacity of any type meeting the criteria [34] - Grid stability and affordable reliable electricity required baseload generation, particularly until battery storage technology matured [35] - The Finkel Review supported government action to ensure adequate dispatchable generation capacity [36] **Expert Perspectives**: Energy economists and grid operators offered mixed views: - Some endorsed the government's concern about baseload capacity and grid reliability [37] - Others argued that the declining costs of renewables and battery storage made coal investment irrational even with subsidies [38] - Grid operators (AEMO - Australian Energy Market Operator) identified capacity concerns but disagreed about whether coal was the solution [39] - The climate science community universally opposed coal generation expansion as incompatible with Paris Agreement commitments [40] **The Underlying Issue - "Technology Neutral" Paradox**: The real problem with the policy was the contradiction between stated principle and implementation.
Pemerintah mengklaim program "netral teknologi" tetapi membuatnya tidak mungkin untuk sebagian besar pembangkit terbarukan dan teknologi penyimpanan baru untuk memenuhi syarat karena: 1.
The government claimed the program was "technology neutral" but made it impossible for most renewable generation and emerging storage technologies to qualify due to: 1.
Daftar teknologi yang sempit (batubara, gas, baterai, hidro tenaga pomba saja) [41] 2.
The narrow technology list (coal, gas, batteries, pumped hydro only) [41] 2.
Ukuran proyek minimum 30MW [42] 3.
The 30MW minimum project size [42] 3.
Tanggal mulai 2019 sebelum penyimpanan baterai matang meningkat [43] Ini menunjukkan: - **Opsi A**: Pemerintah tidak tulus, mengetahui "netral teknologi" akan lebih dapat diterima secara politis daripada "dukungan batubara" [44] - **Opsi B**: Pemerintah dengan tulus percaya teknologi ini mewakili satu-satunya opsi yang dapat diatur yang layak yang tersedia pada 2018-2019, dan kesempitan mencerminkan realitas teknologi daripada ideologi [45] Sebagian besar kritikus condong ke Opsi A, tetapi pemerintah dan pendukungnya mempertahankan bahwa Opsi B secara akurat menggambarkan penalaran mereka.
The 2019 start date before mature battery storage had scaled [43] This suggests either: - **Option A**: The government was being deceptive, knowing "technology neutral" would be more politically acceptable than "coal support" [44] - **Option B**: The government genuinely believed these technologies represented the only viable dispatchable options available in 2018-2019, and the narrowness reflected technological reality rather than ideology [45] Most critics lean toward Option A, but the government and its supporters maintain Option B accurately describes their reasoning.

SEBAGIAN BENAR

6.0

/ 10

Fakta inti akurat: pemerintahan Koalisi memang membuat program penjaminan pembangkit listrik yang didanai oleh pembayar pajak yang mendukung pembangkit batubara, dan klaim program tentang "netralitas teknologi" bertentangan dengan spesifikasi eksplisitnya hanya untuk empat jenis teknologi (batubara, gas, baterai, hidro tenaga pompa), secara efektif mengecualikan terbarukan seperti angin dan surya.
The core facts are accurate: the Coalition government did create a taxpayer-funded power generation underwriting program that supported coal generators, and the program's claim to "technology neutrality" was contradicted by its explicit specification of only four technology types (coal, gas, batteries, pumped hydro), effectively excluding renewables like wind and solar.
Namun, klaim ini menghadirkan ini sebagai korupsi atau "kesejahteraan korporat" yang jelas tidak dapat dibenarkan tanpa mengakui: 1.
However, the claim presents this as corruption or obviously unjustifiable "corporate welfare" without acknowledging: 1.
Rasionalisasi keamanan energi yang dinyatakan pemerintah berdasarkan Tinjauan Finkel dan kekhawatiran kapasitas daya dasar [46] 2.
The government's stated energy security rationale based on the Finkel Review and baseload capacity concerns [46] 2.
Bahwa pemerintahan Labor dan Koalisi keduanya telah menyediakan dukungan pajak untuk teknologi energi pilihan - ini adalah praktik kebijakan normal, bukan korupsi unik [47] 3.
That both Labor and Coalition governments have provided taxpayer support for preferred energy technologies - this is normal policy practice, not unique corruption [47] 3.
Bahwa perdebatan ini secara fundamental tentang **teknologi energi mana yang layak didukung**, bukan apakah pemerintah harus mendukung infrastruktur energi sama sekali [48] 4.
That the debate is fundamentally about **which energy technologies are worth supporting**, not whether government should support energy infrastructure at all [48] 4.
Bahwa kedewasaan teknologi penyimpanan baterai pada 2018-2019 terbatas, menjadikan baterai dan hidro tenaga pompa realistis tetapi surya atap dengan kriteria ukuran 30MW tidak praktis [49] Klaim ini akurat dalam faktanya tetapi menyesatkan dalam pembingkaannya dengan: - Menghadirkan kebijakan energi yang dipertentangkan sebagai korupsi yang jelas ("memberikan kesejahteraan korporat") - Menghilangkan rasionalisasi keamanan energi eksplisit pemerintah - Tidak mencatat bahwa rentang teknologi yang sempit memiliki justifikasi teknis di luar favoritisme sewenang-wenang - Menyerang pembingkaan "netralitas teknologi" Koalisi sebagai tidak tulus tanpa mencatat Labor sama-sama terlibat dalam dukungan teknologi selektif Program ini memang mengunci Australia pada ketergantungan bahan bakar fosil pada saat genting, dan kritik iklim benar menentangnya.
That battery storage technology maturity in 2018-2019 was limited, making batteries and pumped hydro realistic but rooftop solar with 30MW minimum size criteria impractical [49] The claim is accurate in its facts but misleading in its framing by: - Presenting a contested energy policy as obvious corruption ("gave corporate welfare") - Omitting the government's explicit energy security rationale - Not noting that the narrow technology range had technical justifications beyond arbitrary favoritism - Calling out Coalition "technology neutrality" framing as insincere without noting Labor equally engaged in selective technology support The program did lock Australia into fossil fuel dependence at a critical juncture, and climate critics were right to oppose it.
Tetapi menggambarkannya sebagai "korupsi" atau "kesejahteraan" sederhana tanpa konteks adalah analisis yang tidak lengkap.
But describing it as simple "corruption" or "welfare" without context is incomplete analysis.

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (1)

  1. 1
    Coalition signals it will provide taxpayer support for new and existing coal plants

    Coalition signals it will provide taxpayer support for new and existing coal plants

    Morrison government specifies generation projects will need to be coal, gas, batteries or pumped hydro to be eligible for underwriting

    the Guardian

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.