Sebagian Benar

Penilaian: 6.0/10

Coalition
C0145

Klaim

“Meningkatkan pembayaran administratif kepada agen pencari kerja, totalnya A$300 juta selama pandemi.”
Sumber Asli: Matthew Davis

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Klaim inti bahwa pemerintah Koalisi meningkatkan pembayaran administratif kepada penyedia jobactive selama pandemi secara substansial akurat, meskipun angka A$300 juta memerlukan interpretasi kontekstual yang cermat.
The core claim that the Coalition government increased administrative payments to jobactive providers during the pandemic is substantially accurate, though the $300 million figure requires careful contextual interpretation.
Menurut artikel Michael West yang mengutip Wakil Sekretaris Nathan Smyth dari Departemen Pendidikan, Keterampilan, dan Ketenagakerjaan, biaya administrasi median untuk penyedia jobactive ditingkatkan dari A$300 menjadi A$391 per klien baru [1].
According to the Michael West article citing Deputy Secretary Nathan Smyth of the Department of Education, Skills and Employment, the median administration fee for jobactive providers was increased from $300 to $391 per new client [1].
Untuk orang yang siap bekerja di bawah usia 25 tahun, biaya meningkat menjadi A$547 [1].
For job-ready people under 25, the fee increased to $547 [1].
Artikel tersebut menyatakan bahwa "berdasarkan angka Smyth, ini berarti agen-agen akan menerima lebih dari A$300 juta dalam biaya administrasi baru karena pandemi dan pengangguran massal yang diakibatkannya" [1].
The article states that "based on Smyth's figures this means the agencies will get more than $300 million in new administration fees due to the pandemic and the resulting mass unemployment" [1].
Analisis Michael West menghitung ini sebagai berikut: Dengan sekitar 813.000 pelamar jobactive baru pada Agustus 2020 (dibandingkan dengan 633.318 sebelum pandemi) [1], dan biaya administrasi meningkat menjadi rata-rata A$391, pemerintah membayar lebih dari A$300 juta dalam biaya administrasi tambahan kepada agen layanan ketenagakerjaan [1].
The Michael West analysis calculated this as follows: With approximately 813,000 new jobactive applicants by August 2020 (compared to 633,318 before the pandemic) [1], and administration fees increased to an average of $391, the government paid more than $300 million in additional administration fees to job service agencies [1].
Laporan Per Capita pada April 2020 memperkirakan bahwa peningkatan 700.000 orang dalam beban kerja jobactive akan mengakibatkan A$210 juta dalam pembayaran pemerintah tambahan kepada agen [2].
Per Capita's April 2020 report estimated that a 700,000-person increase in the jobactive caseload would result in $210 million in additional government payments to agencies [2].
Pembayaran ini didokumentasikan dalam komunikasi pemerintah resmi.
These payments were documented in official government communications.
Surat Juni 2020 dari Wakil Sekretaris Nathan Smyth kepada CEO jobactive mengonfirmasi penyeimbangan kembali sementara antara biaya administrasi dan biaya hasil karena dampak pandemi COVID-19 [3].
A June 2020 letter from Deputy Secretary Nathan Smyth to jobactive CEO's confirmed the temporary rebalancing of administration and outcome fees due to the COVID-19 pandemic impact [3].
Artikel tersebut lebih lanjut mencatat bahwa biaya administrasi dibayar setiap enam bulan, artinya "angka A$300 juta itu hanya memperhitungkan pembayaran pertama kepada pelamar baru" [1].
The article further notes that administration fees were paid every six months, meaning "that $300 million figure only takes into account the first tranche of payments to new applicants" [1].
Ketika mempertimbangkan pembayaran berkelanjutan kepada klien yang ada ditambah pelamar baru, artikel memperkirakan secara konservatif bahwa pemerintah membayar "lebih dari setengah miliar dolar kepada agen" [1].
When considering ongoing payments to existing clients plus new applicants, the article conservatively estimates the government paid "more than half-a-billion dollars to agencies" [1].

Konteks yang Hilang

Klaim ini menyajikan ini sebagai tindakan negatif yang terisolasi tanpa konteks penting tentang mengapa pembayaran ini terjadi: **Mengapa pembayaran ditingkatkan:** Selama pandemi, beban kasus pengangguran lebih dari dua kali lipat dari 633.318 menjadi sekitar 1,45 juta pada Juli 2020 [1].
The claim presents this as an isolated negative action without important context about why these payments occurred: **Why payments were increased:** During the pandemic, the unemployment caseload more than doubled from 633,318 to approximately 1.45 million by July 2020 [1].
Pemerintah secara eksplisit mengakui bahwa penyedia jobactive membutuhkan pendanaan tambahan untuk mengelola lonjakan klien yang belum pernah terjadi sebelumnya [3].
The government explicitly acknowledged that jobactive providers needed additional funding to manage this unprecedented surge in client numbers [3].
Ini bukan peningkatan diskresioner untuk mengambil keuntungan, tetapi respons struktural terhadap pengangguran massal. **Pertukaran kebijakan:** Pemerintah mengarahkan banyak penganggur baru ke sistem Online Employment Services (OES) untuk "memperlambat rujukan pekerja yang menganggur ke jobactive" dan mengelola biaya [4].
This was not a discretionary increase for profit-taking, but a structural response to mass unemployment. **Policy trade-off:** The government directed many newly unemployed people to its Online Employment Services (OES) system to "slow the referral of unemployed workers to jobactive" and manage costs [4].
Ini menunjukkan pemerintah berupaya mengelola pembengkakan biaya sistem yang diprivatisasi, bukan dengan sembrono memperluas pembayaran. **Sifat biaya administrasi:** Biaya administrasi adalah standar dalam sistem layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi di seluruh dunia.
This shows the government was attempting to manage the cost blow-out of the privatized system, not carelessly expanding payments. **Nature of administration fees:** Administration fees are standard in privatized employment services systems worldwide.
Biaya ini menutupi biaya penerimaan klien, perencanaan pekerjaan, manajemen kasus, dan overhead administratif.
These fees cover the cost of client intake, job planning, case management, and administrative overhead.
Model jobactive yang diprivatisasi di Australia telah berlaku sejak tahun 1990-an di bawah pemerintah Koalisi maupun Labor [1]. **Kritik berlaku untuk desain sistem, bukan hanya tindakan Koalisi:** Masalah mendasar dengan jobactive (seperti "creaming and parking," menempatkan klien dalam pekerjaan sementara untuk menghasilkan biaya hasil, dan dukungan yang tidak memadai untuk pencari kerja yang sulit ditempatkan) adalah masalah struktural yang diidentifikasi dalam penyelidikan Senat 2019 [1] yang mendahului respons pandemi Koalisi [5].
Australia's privatized jobactive model has been in place since the 1990s under both Coalition and Labor governments [1]. **Criticism applies to system design, not just Coalition actions:** The underlying issues with jobactive (such as "creaming and parking," placing clients in temporary jobs to generate outcome fees, and inadequate support for hard-to-place job seekers) were structural problems identified in 2019 Senate inquiries [1] that predated the Coalition's pandemic response [5].

Penilaian Kredibilitas Sumber

**Michael West Media:** Menurut Media Bias/Fact Check, Michael West Media "menyajikan diri sebagai non-partisan tetapi dengan kuat membingkai cerita melawan elit korporat dan pemerintah, menghasilkan bias yang jelas condong ke kiri" [6].
**Michael West Media:** According to Media Bias/Fact Check, Michael West Media "presents itself as non-partisan but strongly frames stories against corporate and government elites, resulting in a clear left-leaning bias" [6].
Organisasi tersebut "sering mengkritik korporasi multinasional, perusahaan bahan bakar fosil, dan hubungan politik dengan kekayaan" dan dijelaskan sebagai memiliki "bias Kiri" dalam sikap editorial [6].
The organization "frequently criticizes multinational corporations, fossil fuel firms, and political connections to wealth" and is described as having a "Left bias" in editorial stance [6].
Michael West adalah jurnalis pemenang Walkley Award dengan rekam jejak dalam pelaporan investigasi, memberikan kredibilitas pada penelitiannya [7].
Michael West is a Walkley Award-winning journalist with a track record in investigative reporting, lending credibility to his research [7].
Namun, pembingkaian yang condong ke kiri menunjukkan artikel menekankan aspek negatif dari kebijakan Koalisi sambil berpotensi meminimalkan masalah sistemik atau rasionalitas kebijakan. **Per Capita:** Per Capita adalah think tank Australia yang berfokus pada ketidaksetaraan dan kebijakan sosial.
However, the left-leaning framing suggests the article emphasizes negative aspects of Coalition policies while potentially minimizing systemic issues or policy rationales. **Per Capita:** Per Capita is an Australian think tank that focuses on inequality and social policy.
Organisasi tersebut telah menerbitkan banyak laporan kritis tentang jobactive [2].
The organization has published multiple critical reports on jobactive [2].
Penelitian Per Capita tampaknya ketat dan berbasis bukti, meskipun orientasi kebijakan progresif organisasi tersebut harus dicatat [2]. **Sumber pemerintah:** Artikel ini mengandalkan pernyataan dari Nathan Smyth, Wakil Sekretaris Departemen Pendidikan, Keterampilan, dan Ketenagakerjaan, yang merupakan sumber pemerintah resmi dengan akses langsung ke data pengeluaran [1][3].
Per Capita's research appears rigorous and evidence-based, though the organization's progressive policy orientation should be noted [2]. **Government sources:** The article relies on statements from Nathan Smyth, Deputy Secretary of the Department of Education, Skills and Employment, which are official government sources with direct access to spending data [1][3].
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal serupa?** Labor mendirikan pendahulu sistem layanan ketenagakerjaan jobactive yang diprivatisasi. "Job Network" asli diperkenalkan oleh pemerintah Koalisi Howard pada pertengahan 1990-an [1], tetapi pemerintah Labor berikutnya (2007-2013) di bawah Rudd dan Gillard memelihara dan memperluas model yang diprivatisasi ini daripada mengembalikannya [1].
**Did Labor do something similar?** Labor established the privatized jobactive employment services system's predecessor.
Selama Krisis Finansial Global (2008-2009), yang juga menciptakan pengangguran massal, respons Labor termasuk mempertahankan pengeluaran untuk layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi [8].
The original "Job Network" was introduced by the Howard Coalition government in the mid-1990s [1], but the subsequent Labor government (2007-2013) under Rudd and Gillard maintained and expanded this privatized model rather than reversing it [1].
Pemerintah Labor memberikan pembayaran stimulus dan memelihara infrastruktur layanan ketenagakerjaan yang ada tanpa membongkar sistem penyedia yang diprivatisasi [8]. **Konteks historis:** Baik pemerintah Koalisi maupun Labor telah beroperasi dalam kerangka layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi di Australia selama beberapa dekade.
During the Global Financial Crisis (2008-2009), which also created mass unemployment, Labor's response included maintaining spending on privatized employment services [8].
Masalah fundamental—mengandalkan penyedia nirlaba dengan pembayaran administrasi yang terkait dengan jumlah klien—bukan unik untuk Koalisi.
Labor's government provided stimulus payments and maintained the existing employment services infrastructure without dismantling the privatized provider system [8]. **Historical context:** Both Coalition and Labor governments have operated within Australia's privatized employment services framework for decades.
Labor menciptakan sistem ini dan memeliharanya sepanjang masa pemerintahan mereka [1]. **Tidak ada padanan Labor langsung selama pandemi:** Labor tidak berada di pemerintahan selama pandemi COVID-19 (2020-2022), sehingga tidak ada respons yang sebanding secara langsung untuk dievaluasi.
The fundamental issue—relying on for-profit providers with administrative payments tied to client numbers—is not unique to the Coalition.
Namun, rekam jejak Labor menunjukkan mereka kemungkinan akan menghadapi tekanan biaya serupa jika mengelola lonjakan pengangguran yang sebanding dalam sistem yang sama yang diprivatisasi.
Labor created this system and maintained it throughout their time in government [1]. **No direct Labor equivalent during pandemic:** Labor was not in government during the COVID-19 pandemic (2020-2022), so there is no direct comparable response to evaluate.
🌐

Perspektif Seimbang

**Kritik ini valid tetapi tidak lengkap:** Artikel dengan benar mengidentifikasi bahwa penyedia jobactive menerima pembayaran tambahan yang substansial selama pandemi, dibiayai oleh pembayar pajak.
**The criticism is valid but incomplete:** The article correctly identifies that jobactive providers received substantial additional payments during the pandemic, funded by taxpayers.
Biaya administrasi adalah bentuk pengeluaran pemerintah yang bisa secara wajar dikritik sebagai: (a) memperkaya penyedia swasta sementara pencari kerja berjuang, (b) menciptakan insentif yang salah dalam sistem di mana penyedia mengambil untung dari volume klien, dan (c) berpotensi tidak efisien dibandingkan dengan model layanan ketenagakerjaan alternatif.
Administration fees are a form of government spending that could reasonably be criticized as: (a) enriching private providers while jobseekers struggle, (b) creating perverse incentives in a system where providers profit from client volume, and (c) potentially inefficient compared to alternative employment service models.
Per Capita dan kritik lain berargumen bahwa A$300+ juta bisa lebih baik dihabiskan untuk dukungan langsung kepada orang yang menganggur, pelatihan kejuruan, atau layanan ketenagakerjaan yang direformasi [4].
Per Capita and other critics argue the $300+ million could have been better spent on direct support to unemployed people, vocational training, or reformed employment services [4].
Ini adalah posisi kebijakan yang sah. **Namun, perspektif pemerintah:** Pemerintah Koalisi menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya: pengangguran yang lebih dari dua kali lipat dalam beberapa minggu.
This is a legitimate policy position. **However, the government's perspective:** The Coalition government faced an unprecedented crisis: unemployment that more than doubled in weeks.
Penyedia jobactive membutuhkan pendanaan segera untuk menangani lonjakan klien.
Jobactive providers needed immediate funding to handle the surge in clients.
Sekadar menghentikan pembayaran administrasi akan berarti layanan ketenagakerjaan tidak dapat berfungsi—wawancara kerja tidak dapat dilakukan, rencana kerja tidak dapat ditulis, dan layanan dukungan akan runtuh.
Simply stopping administration payments would have meant employment services could not function—job interviews couldn't be conducted, job plans couldn't be written, and support services would collapse.
Pemerintah juga berupaya mengelola biaya dengan mengarahkan penganggur baru ke Online Employment Services [4], menunjukkan beberapa upaya untuk menahan biaya.
The government also attempted to manage costs by directing newly unemployed to Online Employment Services [4], showing some effort to contain costs.
Dan pemerintah telah mencoba New Employment Services Model (NESM) untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia jobactive [1]. **Masalah sistemik yang lebih dalam:** Kritik atas "pembayaran pandemi A$300 juta" sebenarnya adalah kritik atas model layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi di Australia itu sendiri.
And the government had trialed the New Employment Services Model (NESM) to reduce reliance on jobactive providers [1]. **The deeper systemic issue:** The criticism of "$300 million in pandemic payments" is really a criticism of Australia's privatized employment services model itself.
Layanan ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah tidak akan menghasilkan keuntungan pribadi ini.
A government-run employment service would not generate these private profits.
Laporan Per Capita secara konsisten merekomendasikan untuk bergerak menjauh dari model jobactive yang diprivatisasi [1][4].
Per Capita's reports consistently recommend moving away from the privatized jobactive model [1][4].
Ini bukan masalah partisan—baik pemerintah Koalisi maupun Labor telah beroperasi dalam sistem ini, meskipun keduanya telah mengusulkan reformasi. **Konteks kunci:** Ini adalah/bukan unik untuk Koalisi—Australia telah mengoperasikan sistem layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi sejak 1994 di bawah pemerintah Koalisi maupun Labor.
This is not a partisan issue—both Coalition and Labor governments have operated within this system, though both have proposed reforms. **Key context:** This is/is not unique to the Coalition - Australia has operated a privatized employment services system since 1994 under both Coalition and Labor governments.
Labor menciptakannya, Koalisi memeliharanya.
Labor created it, Coalition maintained it.
Pembengkakan biaya selama pandemi adalah konsekuensi langsung dari desain sistem ini, bukan salah kelola unik Koalisi.
The cost blow-out during the pandemic was a direct consequence of this system design, not unique Coalition mismanagement.
Kritik yang valid adalah atas sistem itu sendiri, bukan pendanaan darurat pandemi.
The valid criticism is of the system itself, not of emergency pandemic funding.

SEBAGIAN BENAR

6.0

/ 10

Klaim secara faktual akurat bahwa Koalisi meningkatkan pembayaran administratif kepada agen pencari kerja selama pandemi, dan angka A$300 juta didukung oleh pernyataan pemerintah dan analisis independen.
The claim is factually accurate that the Coalition increased administrative payments to job finding agencies during the pandemic, and the $300 million figure is supported by government statements and independent analysis.
Namun, klaim menyajikan ini sebagai keputusan negatif yang terisolasi tanpa konteks penting: (1) pembayaran tersebut adalah respons terhadap pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya yang melonjak dari 633 ribu menjadi 1,45 juta klien, (2) biaya administrasi adalah struktural dalam model layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi di Australia yang mendahului Koalisi, (3) pemerintah Koalisi maupun Labor telah beroperasi dalam sistem ini, dan (4) pemerintah berupaya mengelola biaya dengan mengarahkan klien ke Online Employment Services.
However, the claim presents this as an isolated negative decision without important context: (1) the payments were responses to unprecedented unemployment surging from 633k to 1.45 million clients, (2) administration fees are structural to Australia's privatized employment services model that predates the Coalition, (3) both Coalition and Labor governments have operated within this system, and (4) the government attempted to manage costs by directing clients to Online Employment Services.
Kritik tersebut lebih baik dipahami sebagai kritik atas model layanan ketenagakerjaan yang diprivatisasi di Australia secara umum, bukan salah kelola khusus Koalisi selama pandemi.
The criticism is better understood as a critique of Australia's privatized employment services model generally, not Coalition-specific mismanagement during the pandemic.

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (8)

  1. 1
    Pandemic goldmine for private unemployment agencies as Coalition boosts payments

    Pandemic goldmine for private unemployment agencies as Coalition boosts payments

    Half a billion dollars just for signing up people without jobs. Money for jam for the private job service agencies.

    Michael West
  2. 2
    At What Cost? Getting Back to Jobactive

    At What Cost? Getting Back to Jobactive

    This is the third paper in Per Capita’s series examining the operation and effectiveness of Australia’s employment services system, known as jobactive, in the context of the profound labour market disruption caused by the COVID-19 pandemic.

    Per Capita
  3. 3
    PDF

    Temporary change to jobactive payment model - Letter from Deputy Secretary Nathan Smyth

    Nesa Com • PDF Document
    Original link no longer available
  4. 4
    Redesigning Employment Services after COVID-19

    Redesigning Employment Services after COVID-19

    This discussion paper recommends that the government undertake a consultation to gather views on the options to adapt employment services to meet the needs of the post COVID-19 unemployment scenario.

    Per Capita
  5. 5
    PDF

    Jobactive failing those it is intended to serve

    Parlinfo Aph Gov • PDF Document
  6. 6
    Michael West Media - Bias and Credibility

    Michael West Media - Bias and Credibility

    LEFT BIAS These media sources are moderate to strongly biased toward liberal causes through story selection and/or political affiliation.  They may

    Media Bias/Fact Check
  7. 7
    en.wikipedia.org

    Michael West (journalist)

    En Wikipedia

  8. 8
    Government support for business, December quarter 2020

    Government support for business, December quarter 2020

    Australian Bureau of Statistics

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.