Menyesatkan

Penilaian: 4.0/10

Coalition
C0663

Klaim

“Melanggar janji pemilihan dengan mengizinkan batch baru kapal selam Angkatan Laut bernilai miliaran dolar untuk dibangun di luar negeri, meskipun tingkat pengangguran di sektor manufaktur kita tinggi.”
Sumber Asli: Matthew Davis

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Pemerintahan Koalisi yang dipimpin oleh Tony Abbott memang membuat komitmen pra-pemilihan pada tahun 2013 untuk membangun 12 kapal selam di South Australia.
The Coalition government led by Tony Abbott did make a pre-election commitment in 2013 to build 12 submarines in South Australia.
Pada Mei 2013, saat itu juru bicara pertahanan oposisi David Johnston menyatakan di ASC (Australian Submarine Corporation) di Adelaide: "Kami akan membangun kapal selam itu di sini, di South Australia" [1].
In May 2013, then-opposition defence spokesman David Johnston stated at ASC (Australian Submarine Corporation) in Adelaide: "We will deliver those submarines right here in South Australia" [1].
Dokumen kebijakan pertahanan Koalisi tahun 2013 menyatakan Pemerintahan Koalisi akan "memastikan bahwa pekerjaan penggantian armada kapal selam saat ini akan berpusat di sekitar galangan kapal South Australia" [2].
The Coalition's 2013 defence policy document stated a Coalition Government would "ensure that work on the replacement of the current submarine fleet will centre around the South Australian shipyards" [2].
Pada Agustus 2014, pemerintah mulai mundur dari komitmen ini.
By August 2014, the government had begun backpedaling on this commitment.
Perdana Menteri Abbott menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan senatornya sendiri setelah laporan media mengindikasikan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membangun kapal selam di luar negeri, terutama di Jepang [3].
Prime Minister Abbott faced pressure from his own MPs and senators after media reports indicated the government was considering having submarines built overseas, particularly in Japan [3].
Dilaporkan bahwa Abbott meminta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Desember 2014 untuk membangun delapan kapal selam di Jepang dan membawanya sudah jadi ke Australia [4].
Abbott was reported to have asked Japanese Prime Minister Shinzo Abe in December 2014 to build eight submarines in Japan and sail them ready-built to Australia [4].
Namun, klaim bahwa kapal selam pada akhirnya "diizinkan untuk dibangun di luar negeri" adalah **salah secara faktual** mengenai hasil akhirnya.
However, the claim that the submarines were ultimately "allowed to be built overseas" is **factually incorrect** regarding the eventual outcome.
Pada April 2016, pemerintah memberikan kontrak senilai 50 miliar dolar Australia kepada perusahaan Perancis DCNS (sekarang Naval Group) dengan kapal selam akan dibangun di Adelaide [5].
In April 2016, the government awarded the $50 billion contract to French company DCNS (now Naval Group) with the submarines to be built in Adelaide [5].
Penawaran Perancis dipilih khusus karena menawarkan kemampuan terbaik sambil mempertahankan pekerjaan konstruksi Australia.
The French bid was selected specifically because it offered the best capability while maintaining Australian construction jobs.

Konteks yang Hilang

Klaim ini menghilangkan beberapa bagian konteks kritis: 1. **Kapal selam pada akhirnya diberikan untuk dibangun di Australia**: Meskipun terjadi kemunduran pada tahun 2014 dan pertimbangan opsi luar negeri, keputusan akhir tahun 2016 adalah untuk kapal selam berdesain Perancis yang akan dibangun di Adelaide [5].
The claim omits several critical pieces of context: 1. **The submarines were ultimately awarded to be built in Australia**: Despite the 2014 backpedaling and consideration of overseas options, the final 2016 decision was for French-designed submarines to be constructed in Adelaide [5].
Klaim ini menyajikan narasi yang pada akhirnya tidak terjadi. 2. **Proyek ini dibatalkan pada tahun 2021 untuk AUKUS**: Proyek kapal selam Perancis dibatalkan oleh pemerintahan Morrison pada September 2021 ketika Australia memasuki pakta keamanan AUKUS dengan AS dan Inggris untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir sebagai gantinya [6].
The claim presents a narrative that did not ultimately occur. 2. **The project was cancelled in 2021 for AUKUS**: The French submarine project was cancelled by the Morrison government in September 2021 when Australia entered the AUKUS security pact with the US and UK to acquire nuclear-powered submarines instead [6].
Ini merupakan keputusan terpisah yang lebih kemudian oleh Perdana Menteri Koalisi yang berbeda (Scott Morrison). 3. **Pertimbangan teknis yang sah**: Pemerintah mengutip kekhawatiran tentang biaya, kemampuan, dan pengiriman tepat waktu ketika mempertimbangkan opsi luar negeri.
This represents a separate, later decision by a different Coalition Prime Minister (Scott Morrison). 3. **Legitimate technical considerations**: The government cited concerns about cost, capability, and timely delivery when considering overseas options.
Catatan parlemen dan analisis pertahanan menunjukkan kapal selam buatan Australia dapat memakan biaya jauh lebih tinggi dan menghadapi risiko teknis yang lebih besar [7]. 4. **Tekanan politik membalikkan pertimbangan luar negeri**: Reaksi keras dari politisi South Australia (termasuk dari barisan Koalisi sendiri), serikat pekerja, dan kelompok industri berkontribusi pada pemerintah yang akhirnya mempertahankan komitmen pembangunan di Australia pada tahun 2016 [8].
Parliamentary records and defence analysis suggested Australian-built submarines could cost significantly more and face greater technical risks [7]. 4. **Political pressure reversed the overseas consideration**: The strong backlash from South Australian politicians (including from the Coalition's own ranks), unions, and industry groups contributed to the government ultimately maintaining the Australian-build commitment in 2016 [8].

Penilaian Kredibilitas Sumber

Sumber asli yang diberikan adalah: 1. **News.com.au (2014)**: Outlet berita arus utama Australia yang dimiliki oleh News Corp Australia.
The original sources provided are: 1. **News.com.au (2014)**: A mainstream Australian news outlet owned by News Corp Australia.
Umumnya bereputasi tetapi telah dituduh memiliki kecenderungan konservatif.
Generally reputable but has been accused of conservative leanings.
Artikel dari Agustus 2014 mencerminkan kekhawatiran yang sah pada waktu itu tentang potensi konstruksi di luar negeri. 2. **ABC PM (2013)**: ABC (Australian Broadcasting Corporation) adalah penyiar publik Australia dan umumnya dianggap sebagai sumber berita yang paling netral secara politik dan paling otoritatif di Australia.
The article from August 2014 reflected genuine concerns at that time about potential overseas construction. 2. **ABC PM (2013)**: The ABC (Australian Broadcasting Corporation) is Australia's public broadcaster and is generally regarded as the most politically neutral and authoritative news source in Australia.
Konten dari program PM ABC Radio tahun 2013 akan sangat kredibel.
Content from ABC Radio's PM program from 2013 would be highly credible.
Kedua sumber adalah organisasi berita yang sah.
Both sources are legitimate news organizations.
Namun, mereka mencerminkan pelaporan dari tahun 2013-2014 ketika kontroversi sedang berlangsung, bukan hasil akhir pada tahun 2016 ketika keputusan pembangunan Perancis/Australia dibuat.
However, they reflect reporting from 2013-2014 when the controversy was active, not the eventual outcome in 2016 when the French/Australian build decision was made.
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal serupa?** Kapal selam kelas Collins yang saat ini beroperasi sebenarnya diprakarsai di bawah pemerintahan Labor Hawke/Keating pada akhir tahun 1980-an/awal 1990-an.
**Did Labor do something similar?** The Collins-class submarines currently in service were actually initiated under the Hawke/Keating Labor government in the late 1980s/early 1990s.
Ini adalah kapal selam pertama yang dibangun di Australia, dibangun di ASC di Adelaide [9].
These were the first submarines built in Australia, constructed at ASC in Adelaide [9].
Proyek Collins menghadapi biaya yang membengkak signifikan dan masalah teknis, yang menginformasikan perdebatan selanjutnya tentang pengadaan kapal selam.
The Collins project faced significant cost overruns and technical problems, which informed subsequent debates about submarine procurement.
Selama pemerintahan Labor Rudd/Gillard (2007-2013), Program Kapal Selam Masa Depan (SEA 1000) diprakarsai untuk menggantikan kelas Collins.
During the Rudd/Gillard Labor governments (2007-2013), the Future Submarine Program (SEA 1000) was initiated to replace the Collins class.
Pendekatan Labor juga berpusat pada konstruksi Australia.
Labor's approach also centered on Australian construction.
Buku Putih Pertahanan tahun 2009 di bawah Labor mengusulkan 12 kapal selam baru untuk dibangun di Australia [10]. **Perbandingan**: Kedua partai besar secara historis mendukung kapal selam buatan Australia, meskipun keduanya menghadapi tantangan mengenai biaya, kemampuan, dan pengiriman tepat waktu.
The 2009 Defence White Paper under Labor proposed 12 new submarines to be built in Australia [10]. **Comparison**: Both major parties have historically supported Australian-built submarines, though both have faced challenges regarding cost, capability, and timely delivery.
Pertimbangan opsi luar negeri oleh Koalisi pada tahun 2014 adalah penyimpangan dari konsensus bipartisan ini, tetapi mereka akhirnya kembali ke konsensus tersebut dengan keputusan Perancis tahun 2016.
The Coalition's 2014 consideration of overseas options was a departure from this bipartisan consensus, but they ultimately returned to it with the 2016 French decision.
🌐

Perspektif Seimbang

Meskipun pemerintahan Koalisi memang secara serius mempertimbangkan untuk melanggar janjinya dengan mengeksplorasi opsi konstruksi luar negeri pada tahun 2014, hasil akhirnya berbeda dari yang disiratkan oleh klaim.
While the Coalition government did seriously consider breaking its promise by exploring overseas construction options in 2014, the ultimate outcome was different from what the claim suggests.
Pemerintah menghadapi tekanan politik yang kuat, termasuk dari anggota parlemen South Australia mereka sendiri yang mengancam akan menyeberang lantai, dan akhirnya berkomitmen pada konstruksi Australia dengan kontrak Perancis tahun 2016 [3][5].
The government faced intense political pressure, including from its own South Australian MPs who threatened to cross the floor, and eventually committed to Australian construction with the French contract in 2016 [3][5].
Klaim ini membingungkan dua kontroversi terpisah: 1.
The claim conflates two separate controversies: 1.
Kemunduran tahun 2014 dari janji tersebut (yang menghasilkan kritik yang sah) 2.
The 2014 backpedaling on the promise (which generated legitimate criticism) 2.
Pembatalan AUKUS tahun 2021 terhadap proyek Perancis (keputusan terpisah oleh pemimpin Koalisi yang berbeda) Proses pengadaan kapal selam telah bermasalah di berbagai pemerintah.
The 2021 AUKUS cancellation of the French project (a separate decision by a different Coalition leader) The submarine procurement process has been problematic across multiple governments.
Kelas Collins (diprakarsai oleh Labor) menghadapi masalah teknis dan keterlambatan besar.
The Collins-class (Labor-initiated) faced major technical issues and delays.
Program Kapal Selam Masa Depan (Koalisi) menghadapi tantangan serupa, yang mengarah pada pivot AUKUS yang pada akhirnya terjadi.
The Future Submarine Program (Coalition) faced similar challenges, leading to the eventual AUKUS pivot.
Ini adalah proyek pertahanan bernilai sangat tinggi yang sangat kompleks di mana pembengkakan biaya dan keterlambatan umum terjadi secara internasional [11].
These are extraordinarily complex, high-value defence projects where cost blowouts and delays are unfortunately common internationally [11].

MENYESATKAN

4.0

/ 10

Klaim ini menyesatkan karena menyatakan Koalisi "mengizinkan" kapal selam untuk dibangun di luar negeri seolah-olah ini adalah hasil akhirnya.
The claim is misleading because it asserts the Coalition "allowed" submarines to be built overseas as if this was the final outcome.
Faktanya, meskipun pemerintah memang mempertimbangkan opsi luar negeri pada tahun 2014 (kekhawatiran janji yang dilanggar yang sah pada waktu itu), keputusan akhir tahun 2016 adalah untuk memberikan kontrak kepada Prancis dengan konstruksi di Adelaide.
In fact, while the government did consider overseas options in 2014 (a legitimate broken promise concern at the time), the ultimate 2016 decision was to award the contract to France with construction in Adelaide.
Klaim ini menyajikan narasi yang tidak lengkap yang tidak mencerminkan hasil akhirnya.
The claim presents an incomplete narrative that doesn't reflect the eventual outcome.
Kapal selam tidak "diizinkan" untuk dibangun di luar negeri—mereka dikontrak untuk dibangun di Australia sebelum seluruh proyek kemudian dibatalkan untuk AUKUS pada tahun 2021.
The submarines were not "allowed" to be built overseas—they were contracted to be built in Australia before the entire project was later cancelled for AUKUS in 2021.

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (10)

  1. 1
    afr.com

    afr.com

    Prime Minister Tony Abbott has been pressed for reassurances by his own MPs and Senators after the government walked away from a pre-election promise to build 12 submarines in South Australia.

    Australian Financial Review
  2. 2
    abc.net.au

    abc.net.au

    Federal Opposition Leader Bill Shorten says the Coalition Government needs to stand by a pre-election commitment to build Australia's next fleet of submarines in South Australia.

    Abc Net
  3. 3
    smh.com.au

    smh.com.au

    The decision on which country to award a submarine contract is not something to be sorted out between mates.

    The Sydney Morning Herald
  4. 4
    abc.net.au

    abc.net.au

    Sarah Ferguson presents Australia's premier daily current affairs program, delivering agenda-setting public affairs journalism and interviews that hold the powerful to account. Plus political analysis from Laura Tingle.

    Abc Net
  5. 5
    reuters.com

    reuters.com

    Reuters

  6. 6
    anao.gov.au

    anao.gov.au

    Anao Gov

  7. 7
    sbs.com.au

    sbs.com.au

    The federal government will face a nationwide backlash if it decides to have new submarines built overseas, the SA premier says.

    SBS News
  8. 8
    navy.gov.au

    navy.gov.au

    Navy Gov

  9. 9
    alchetron.com

    alchetron.com

    The Future Submarine Program (SEA 1000) is a future class of submarines for the Royal Australian Navy based on the Shortfin Barracuda proposal by French shipbuilder DCNS to replace the Collinsclass submarines. The class will enter service in the early 2030s with construction extending into the late

    Alchetron.com
  10. 10
    bloomberg.com

    bloomberg.com

    Bloomberg

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.