Sebagian Benar

Penilaian: 6.0/10

Coalition
C0087

Klaim

“Memberikan $1,34 miliar kepada Qantas (perusahaan swasta) untuk tujuan menciptakan lapangan kerja, namun Qantas menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk membayar paket pesangon sambil mengurangi jumlah tenaga kerjanya.”
Sumber Asli: Matthew Davis
Dianalisis: 29 Jan 2026

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Klaim ini mengandung unsur kebenaran namun memerlukan klarifikasi signifikan mengenai ruang lingkup dan sifat dukungan pemerintah. **Total Jumlah Dukungan:** Qantas memang menerima dukungan pemerintah yang besar totalnya sekitar $1,2-1,34 miliar [1], meskipun angka ini mencakup beberapa komponen.
The claim contains elements of truth but requires significant clarification regarding the scope and nature of government support. **Total Support Amount:** Qantas did receive substantial government support totaling approximately $1.2-1.34 billion [1], though this figure includes multiple components.
Paket Dukungan Penerbangan Pemerintah Australia yang diumumkan pada Maret 2021 adalah paket industri senilai $1,2 miliar [2], dengan Qantas menerima sebagian besar dukungan ini [1].
The Australian Government's Aviation Support Package announced in March 2021 was a $1.2 billion industry-wide package [2], with Qantas receiving the majority of this support [1].
Menurut laporan The New Daily, dukungan ini mencakup "lebih dari $1,2 miliar dalam pembayaran langsung, pembebasan biaya, dan penerbangan yang dijamin" [1]. **Komponen Paket:** Paket Dukungan Penerbangan terdiri dari beberapa elemen, bukan semata-mata pembayaran tunai langsung [3]: - Pengembalian dan pembebasan berkelanjutan atas cukai bahan bakar penerbangan - Pembebasan biaya Airservices Australia atas operasi penerbangan domestik - Pembebasan biaya keamanan penerbangan domestik dan regional - Subsidi tiket pesawat setengah harga untuk rute wisata regional (800.000 tiket pesawat yang disubsidi di 13 wilayah) [2] - Dukungan untuk memelihara rute regional [2] Paket ini secara eksplisit dirancang oleh pemerintah sebagai stimulus untuk pemulihan pariwisata dan menjaga konektivitas penerbangan regional [4], bukan semata-mata dukungan bisnis langsung. **Komponen JobKeeper:** Qantas menerima $726 juta dalam pembayaran subsidi upah JobKeeper [1].
According to The New Daily reporting, this support included "more than $1.2 billion in direct payments, waived charges and underwritten flights" [1]. **Package Components:** The Aviation Support Package consisted of several elements, not purely direct cash payments [3]: - Refunding and ongoing waiving of aviation fuel excise - Waiving of Airservices Australia charges on domestic airline operations - Waiving of domestic and regional aviation security charges - Half-price airfare subsidies for regional tourism routes ($800,000 airfares subsidized across 13 regions) [2] - Support for maintaining regional routes [2] The package was explicitly framed by the government as supporting tourism recovery and maintaining regional aviation connectivity [4], not solely as direct business support. **JobKeeper Component:** Qantas received $726 million in JobKeeper wage subsidy payments [1].
JobKeeper adalah program pemerintah yang lebih luas yang berlaku untuk semua bisnis yang memenuhi syarat, bukan pembayaran khusus untuk Qantas. **Biaya Pemutusan Hubungan Kerja:** Klaim bahwa "Qantas menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk membayar paket pesangon" sebagian didukung.
JobKeeper was a broader government program applying to all eligible businesses, not a Qantas-specific payment. **Redundancy Costs:** The claim that "Qantas spent most of that paying redundancy packages" is partially supported.
Qantas mengungkapkan telah mencatat $890 juta dalam biaya terkait pemutusan hubungan kerja setelah mengumumkan pemutusan 8.500 karyawan pada 2020 [1].
Qantas revealed it had recorded $890 million in redundancy-related costs after announcing 8,500 layoffs in 2020 [1].
Namun, ini memerlukan konteks penting.
However, this requires critical context.

Konteks yang Hilang

**Kapan pemutusan hubungan kerja terjadi:** Qantas mengumumkan pemotongan 6.000-8.500 pekerjaannya pada Juni-Juli 2020, sebelum Paket Dukungan Penerbangan diumumkan pada Maret 2021 [5].
**When the redundancies occurred:** Qantas announced its 6,000-8,500 job cuts in June-July 2020, before the Aviation Support Package was announced in March 2021 [5].
Klaim tersebut menyiratkan dukungan pemerintah dialihkan untuk pemutusan hubungan kerja, namun pemutusan tersebut diumumkan dan sebagian besar dilaksanakan pada 2020 sebelum paket dukungan diselesaikan. **Sumber pendanaan pesangon:** $890 juta dalam biaya pemutusan hubungan kerja berasal dari neraca dan operasi Qantas sendiri, bukan langsung dari paket dukungan pemerintah.
The claim suggests government support was diverted to redundancies, but the redundancies were announced and largely executed during 2020 before the support package was finalized. **Source of redundancy funding:** The $890 million in redundancy costs came from Qantas's own balance sheet and operations, not directly from the government support package.
Meskipun dukungan pemerintah mungkin secara tidak langsung memungkinkan biaya ini, klaim sebab-akibat "Qantas menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk membayar paket pesangon" salah mewakili aliran keuangan. **Subsidi upah yang berkelanjutan:** JobKeeper dirancang untuk mensubsidi upah karyawan yang dipertahankan untuk mencegah pemutusan hubungan kerja.
While the government support may have indirectly enabled these costs, the causal claim "Qantas spent most of that paying redundancy packages" misrepresents the financial flows. **Ongoing wage subsidies:** JobKeeper was designed to subsidize wages for retained employees to prevent layoffs.
Namun, Qantas menggunakannya sambil secara bersamaan mengurangi tenaga kerjanya, yang kontroversial namun secara teknis legal berdasarkan aturan skema [6].
However, Qantas used it while simultaneously reducing its workforce, which was controversial but technically legal under the scheme's rules [6].
Mahkamah Agung menolak tantangan serikat pekerja terhadap praktik ini pada Juni 2021 [6]. **Insiden pemutusan hubungan kerja yang ilegal:** Qantas membuat 1.820 staf ground redundant pada 2020 melalui outsourcing, yang kemudian ditemukan ilegal oleh Pengadilan Federal pada 2024 [7].
The High Court rejected a union challenge to this practice in June 2021 [6]. **Illegal sacking incident:** Qantas made 1,820 ground staff redundant in 2020 through outsourcing, which was later found to be illegal by the Federal Court in 2024 [7].
Maskapai diperintahkan untuk membayar kompensasi $59-170 juta.
The airline was ordered to pay $59-170 million in compensation.
Ini memberikan konteks bahwa pekerjaan dipotong meskipun ada dukungan pemerintah, meskipun juga menunjukkan pemutusan ini memiliki konsekuensi hukum yang signifikan. **Hasil pasca-dukungan:** Meskipun menerima dukungan, Qantas melanjutkan langkah-langkah pemotongan biaya.
This provides context for the claim that jobs were being cut despite government support, though it also shows these redundancies had significant legal consequences. **Post-support outcomes:** Despite receiving the support, Qantas continued cost-cutting measures.
Pada 2021, Qantas meng outsourcing 1.700 pekerja penanganan ground, mengklaim akan menghemat $100 juta per tahun, namun keputusan ini ditantang dan ditemukan melanggar hukum [8].
In 2021, Qantas outsourced 1,700 ground handling jobs, claiming it would save $100 million annually, but this decision was challenged and found to be unlawful [8].

Penilaian Kredibilitas Sumber

**The New Daily:** Sumber asli adalah The New Daily, yang merupakan outlet media digital dengan posisi editorial yang ramah terhadap Partai Buruh [9].
**The New Daily:** The original source is The New Daily, which is a digital media outlet with Labor-friendly editorial positioning [9].
Meskipun telah menerbitkan laporan faktual, outlet ini cenderung menekankan kritik terhadap kebijakan Koalisi.
While it has published factual reporting, it tends to emphasize criticism of Coalition policies.
Artikel-artikel yang dikutip memang merujuk angka keuangan yang sebenarnya (pengungkapan biaya pesangon dan pembayaran JobKeeper Qantas), namun pembingkaian menekankan penempatan negatif: "QantasKeeper" adalah judul yang dirancang untuk mengejek program daripada memberikan analisis netral. **Judul vs. substansi:** Judul The New Daily provokatif ("QantasKeeper: Pemerintah memberikan $1,3 miliar kepada maskapai nasional") namun artikel yang mendasarinya memang mengandung laporan faktual dari pengungkapan keuangan Qantas sendiri [1]. **Kurangnya keseimbangan:** Sumber asli tidak menjelaskan: - Tujuan yang dimaksud dari paket (dukungan penerbangan regional dan pariwisata) - Mengapa pemerintah memandang ini sebagai kebijakan yang diperlukan - Bahwa pemutusan hubungan kerja mendahului paket dukungan - Bahwa dukungan mencakup pembebasan struktural, bukan hanya pembayaran langsung
The articles cited do reference actual financial figures (Qantas's disclosed redundancy costs and JobKeeper payments), but the framing emphasizes the negative juxtaposition: "QantasKeeper" is a headline designed to mock the program rather than provide neutral analysis. **Headline vs. substance:** The New Daily headlines are provocative ("QantasKeeper: The government has given $1.3 billion to national carrier") but the underlying articles do contain factual reporting of Qantas's own financial disclosures [1]. **Missing balance:** The original sources don't explain: - The package's intended purpose (regional aviation and tourism support) - Why the government viewed this as necessary policy - That the redundancies preceded the support package - That the support included structural waivers, not just direct payments
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal serupa?** Pencarian yang dilakukan: "Labor government airline subsidies Virgin Australia stimulus support" **Bailout Virgin Australia (2020):** Selama krisis COVID-19 yang sama, Partai Buruh-Opposisi sebenarnya meminta pinjaman $1,4 miliar dari Pemerintahan Morrison, yang ditolak oleh Koalisi [10].
**Did Labor do something similar?** Search conducted: "Labor government airline subsidies Virgin Australia stimulus support" **Virgin Australia bailout (2020):** During the same COVID-19 crisis, the Labor-Opposition actually requested a $1.4 billion loan from the Morrison Government, which was rejected by the Coalition [10].
Selanjutnya, Virgin Australia masuk ke administrasi sukarela pada April 2020.
Subsequently, Virgin Australia went into voluntary administration in April 2020.
Pemerintah tidak menyelamatkan Virgin Australia di bawah pemerintahan Koalisi Morrison, meskipun permintaannya [10].
The government did not bail out Virgin Australia under the Morrison Coalition government, despite its request [10].
Namun, ini mewakili perbedaan kebijakan kunci.
However, this represents a key policy difference.
Labor telah mengadvokasi untuk mendukung maskapai, dan Koalisi memilih untuk tidak menyelamatkan Virgin Australia sambil memberikan dukungan kepada Qantas dan maskapai lain melalui Paket Dukungan Penerbangan. **Dukungan maskapai historis:** Australia memiliki sejarah dukungan pemerintah untuk maskapai lintas administrasi politik.
Labor had advocated for supporting airlines, and the Coalition chose not to rescue Virgin Australia while providing support to Qantas and other carriers through the Aviation Support Package. **Historical airline support:** Australia has a history of government support for airlines across political administrations.
Program Layanan Udara Esensial, yang menyediakan subsidi untuk rute penerbangan pedesaan, mendahului pemerintahan Koalisi dan memiliki dukungan bipartisan [11]. **Pendekatan berbeda terhadap Qantas:** Pendekatan Koalisi terhadap Qantas tidak langsung (pembebasan biaya, pengurangan cukai bahan bakar, subsidi upah melalui JobKeeper) daripada investasi ekuitas langsung atau pinjaman.
The Essential Air Service program, providing subsidies for rural aviation routes, predates the Coalition government and has bipartisan support [11]. **Different approach to Qantas:** The Coalition's approach to Qantas was indirect (waived charges, fuel excise relief, wage subsidies through JobKeeper) rather than direct equity investment or loans.
Labor telah mengusulkan intervensi lebih langsung dengan Virgin Australia. **Temuan:** Meskipun Labor mengadvokasi bailout maskapai langsung (terutama Virgin Australia), mereka tidak berada di pemerintahan selama COVID-19.
Labor had proposed more direct intervention with Virgin Australia. **Finding:** While Labor advocated for direct airline bailouts (notably Virgin Australia), they were not in government during COVID-19.
Paket Dukungan Penerbangan Koalisi dirancang berbeda—melalui pembebasan industri dan subsidi upah daripada investasi ekuitas yang ditargetkan atau pinjaman.
The Coalition's Aviation Support Package was structured differently—through industry-wide waivers and wage subsidies rather than targeted equity investment or loans.
Labor tidak memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan pendekatan alternatif.
Labor did not have the opportunity to implement an alternative approach.
🌐

Perspektif Seimbang

**Rationale yang dinyatakan pemerintah:** Pemerintahan Morrison membingkai Paket Dukungan Penerbangan $1,2 miliar terutama sebagai stimulus ekonomi yang mendukung pariwisata dan konektivitas regional [4].
**Government's stated rationale:** The Morrison Government framed the $1.2 billion Aviation Support Package primarily as economic stimulus supporting tourism and regional connectivity [4].
Scott Morrison menyatakan: "Maskapai, hotel dan taman karavan Australia, restoran dan bar, agen perjalanan dan operator pariwisata akan mengalami lonjakan ratusan ribu wisatawan sebagai bagian dari paket dukungan baru senilai $1,2 miliar" [4].
Scott Morrison stated: "Australia's airlines, hotels and caravan parks, restaurants and bars, travel agents and tourism operators are set for a rush of hundreds of thousands of tourists as part of a new $1.2 billion support package" [4].
Paket tersebut mencakup 800.000 tiket pesawat setengah harga ke tujuan regional, secara eksplisit dirancang untuk merangsang pariwisata domestik dan mendukung ekonomi regional [2]. **Konteks dukungan:** Keputusan ini terjadi selama gangguan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
The package included 800,000 half-price airfares to regional destinations, explicitly designed to stimulate domestic tourism and support regional economies [2]. **Context of support:** This decision occurred during unprecedented pandemic disruption.
Maskapai secara global menghadapi krisis eksistensial—Qantas telah men grounded sebagian besar armadanya, perjalanan internasional berhenti, dan permintaan domestik runtuh [5].
Airlines globally faced existential crises—Qantas had grounded most of its fleet, international travel ceased, and domestic demand collapsed [5].
Pandangan pemerintah adalah bahwa menjaga kelayakan maskapai penting untuk menjaga infrastruktur perjalanan dan ekonomi regional yang bergantung pada pariwisata. **Isu pemutusan hubungan kerja - kompleksitas:** Meskipun klaim bahwa Qantas "menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk membayar paket pesangon" secara teknis tidak akurat mengenai sebab-akibat, memang benar bahwa: 1.
The government's view was that maintaining airline viability was essential to maintaining travel infrastructure and tourism-dependent regional economies. **The redundancy issue - complexity:** While the claim that Qantas "spent most of that paying redundancy packages" is technically inaccurate regarding cause-and-effect, it's true that: 1.
Qantas mengumumkan pemotongan 6.000-8.500 pekerjaan pada Juni 2020 [5] 2.
Qantas announced 6,000-8,500 job cuts in June 2020 [5] 2.
Pemutusan hubungan kerja ini memakan biaya $890 juta [1] 3.
These redundancies cost $890 million [1] 3.
Perusahaan secara bersamaan menerima $726 juta dalam subsidi JobKeeper [1] 4.
The company simultaneously received $726 million in JobKeeper subsidies [1] 4.
Perusahaan menerima tambahan $1,2 miliar dalam dukungan industri (meskipun industri) [2] Ini menciptakan kritik yang sahih: perusahaan memotong pekerjaan sambil menerima subsidi pajak yang dimaksudkan untuk melestarikan pekerjaan.
The company received an additional $1.2 billion in industry support (though industry-wide) [2] This creates a legitimate criticism: the company was cutting jobs while receiving taxpayer subsidies intended to preserve employment.
Namun, konteks penting: - **JobKeeper netral antara pemberi kerja-karyawan:** Skema dirancang untuk melestarikan hubungan kerja dengan mensubsidi upah.
However, context matters: - **JobKeeper was employer-employee neutral:** The scheme was designed to preserve employment relationships by subsidizing wages.
Pemberi kerja secara teknis masih bisa melakukan pemutusan hubungan kerja (skema tidak mencegahnya) [12] - **Pemutusan hubungan kerja mendahului paket:** Pemutusan hubungan kerja besar diumumkan pada Juni 2020; Paket Dukungan Penerbangan datang pada Maret 2021 - **Dukungan industri:** Sebagian besar dukungan $1,2 miliar bersifat industri (pembebasan cukai bahan bakar, pembebasan biaya Airservices) yang menguntungkan semua maskapai, bukan khusus Qantas - **Komponen subsidi regional:** Penerbangan setengah harga adalah stimulus pariwisata yang didanai pemerintah, bukan bailout perusahaan **Perbandingan skala:** Qantas menerima sekitar $726 juta dalam JobKeeper (yang diklaim untuk 5.000 staf yang dipertahankan) [1].
Employers technically could still make redundancies (the scheme didn't prevent it) [12] - **Redundancies preceded the package:** The major redundancies were announced in June 2020; the Aviation Support Package came March 2021 - **Industry-wide support:** Much of the $1.2 billion support was industry-wide (fuel excise waiver, Airservices charges waiver) benefiting all airlines, not Qantas specifically - **Regional subsidy component:** The half-price flights were government-funded tourism stimulus, not company bailouts **Scale comparison:** Qantas received approximately $726 million in JobKeeper (which it claimed for 5,000 retained staff) [1].
Ini kurang dari $890 juta yang dibelanjakan untuk paket pemutusan hubungan kerja [1], menunjukkan perusahaan menyerap biaya signifikan dari sumber dayanya sendiri. **Perilaku pasca-dukungan:** Kritik material adalah bahwa meskipun menerima dukungan besar, Qantas melanjutkan pemotongan biaya agresif.
This was less than the $890 million spent on redundancy packages [1], suggesting the company absorbed significant costs from its own resources. **Post-support conduct:** A material criticism is that despite receiving substantial support, Qantas continued aggressive cost-cutting.
Pemecatan ilegal 1.820 staf ground pada 2020 dan outsourcing 1.700 penanganan ground pada 2021 (yang ditemukan melanggar hukum) menunjukkan perusahaan mengejar restrukturisasi agresif di luar apa yang dibutuhkan oleh kondisi pandemi [7][8]. **Konteks kunci:** Paket Dukungan Penerbangan bukan bailout khusus Qantas namun langkah industri.
The illegal sacking of 1,820 ground staff in 2020 and subsequent outsourcing of 1,700 ground handlers in 2021 (which was found unlawful) suggests the company pursued aggressive restructuring beyond what was necessitated by pandemic conditions [7][8]. **Key context:** The Aviation Support Package was not a Qantas-specific bailout but an industry-wide measure.
Namun, Qantas memang menerima sebagian besar manfaat, dan program pemutusan hubungan kerja perusahaan secara bersamaan selama periode dukungan pajak menimbulkan pertanyaan yang sahih tentang apakah dukungan mencapai tujuan pelestarian pekerjaannya.
However, Qantas did receive the majority of benefits, and the company's simultaneous redundancy program during a period of taxpayer support raises legitimate questions about whether the support achieved its intended employment-preservation goals.

SEBAGIAN BENAR

6.0

/ 10

Klaim ini mengandung elemen faktual namun secara signifikan salah mewakili sebab-akibat dan ruang lingkup.
The claim contains factual elements but significantly misrepresents causation and scope.
Qantas memang menerima sekitar $1,34 miliar dalam dukungan pemerintah (menggabungkan pembayaran JobKeeper, dukungan industri langsung, dan pembebasan biaya), dan memang melakukan biaya pemutusan hubungan kerja sebesar $890 juta.
Qantas did receive approximately $1.34 billion in government support (combining JobKeeper payments, direct industry support, and waived charges), and it did undertake $890 million in redundancy costs.
Namun: 1.
However: 1.
Klaim menyiratkan sebab-akibat ("menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk membayar paket pesangon") yang tidak akurat—pemutusan hubungan kerja sebagian besar mendahului Paket Dukungan Penerbangan dan didanai dari sumber daya perusahaan 2.
The claim implies causation ("spent most of that paying redundancy packages") that is inaccurate—the redundancies largely preceded the Aviation Support Package and were funded from company resources 2.
Paket tersebut dirancang dan dibingkai sebagai stimulus ekonomi yang lebih luas (pariwisata, konektivitas regional) daripada bailout bisnis langsung, meskipun Qantas adalah penerima utama 3.
The package was framed and designed as broader economic stimulus (tourism, regional connectivity) rather than direct business bailout, though Qantas was the primary beneficiary 3.
Klaim menyederhanakan situasi yang kompleks: meskipun Qantas memang memotong pekerjaan selama periode dukungan (dapat dikritik secara sahih), dukungan pemerintah disusun sebagai subsidi upah (JobKeeper) dan relief industri daripada injeksi modal langsung 4.
The claim simplifies a complex situation: while Qantas did cut jobs during a support period (legitimately criticizable), the government support was structured as wage subsidies (JobKeeper) and industry-wide relief rather than direct capital injection 4.
Klaim tidak mengakui bahwa sebagian besar dukungan $1,2 miliar bersifat industri, bukan khusus Qantas **Karakterisasi yang adil:** Qantas menerima dukungan pemerintah yang besar selama COVID-19 melalui berbagai mekanisme.
The claim doesn't acknowledge that much of the support ($1.2 billion Aviation Support Package) was industry-wide, not Qantas-specific **The fair characterization:** Qantas received substantial government support during COVID-19 through various mechanisms.
Sambil menerima dukungan ini, perusahaan mengeksekusi pemutusan hubungan kerja yang signifikan (sebagian sebelum dukungan, sebagian setelah).
While receiving these supports, the company executed significant redundancies (partially before support, partially after).
Ini menciptakan ketegangan yang sahih: dukungan pajak yang dimaksudkan untuk melestarikan pekerjaan bertepatan dengan pemotongan pekerjaan dalam skala besar.
This created a legitimate tension: taxpayer support intended to preserve employment coincided with large-scale job cuts.
Perusahaan kemudian menghadapi konsekuensi hukum karena pemecatan ilegal, memvalidasi kritik terhadap praktik ketenagakerjaannya.
The company later faced legal consequences for illegal dismissals, validating criticism of its employment practices.
Namun, klaim ini melebih-lebihkan hubungan langsung antara dukungan dan pendanaan pemutusan hubungan kerja.
However, the claim overstates the direct linkage between the support and redundancy funding.

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (12)

  1. 1
    QantasKeeper: The government has given $1.3 billion to national carrier - The New Daily (March 18, 2021)

    QantasKeeper: The government has given $1.3 billion to national carrier - The New Daily (March 18, 2021)

    Qantas is the big winner in a $3.8 billion cash splash for aviation during COVID-19 and continues to reap taxpayer support, despite laying off workers.

    Thenewdaily Com
  2. 2
    Government package promises half-price flights, aviation support - Point Hacks (no date, referencing March 2021 announcement)

    Government package promises half-price flights, aviation support - Point Hacks (no date, referencing March 2021 announcement)

    Soon, you could be jetting off to 13 regions around Australia at half the cost, thanks to a new Federal Government support package.

    Point Hacks
  3. 3
    PDF

    Australian Airline Financial Relief Package - Department of Infrastructure (official PDF)

    Infrastructure Gov • PDF Document
  4. 4
    Tourism and Aviation's Flight Path to Recovery - Scott Morrison (March 11, 2021)

    Tourism and Aviation's Flight Path to Recovery - Scott Morrison (March 11, 2021)

    11 March 2021 Prime Minister, Deputy Prime Minister, Minister for Infrastructure, Transport and Regional Development, Treasurer, Minister for Trade, Tourism and Investment Australia’s airlines, hotels and caravan parks, restaurants and bars, travel agents and tourism operators are set for a rush

    Scott Morrison
  5. 5
    Qantas to cut at least 6,000 jobs as part of coronavirus recovery plans - ABC News (June 25, 2020)

    Qantas to cut at least 6,000 jobs as part of coronavirus recovery plans - ABC News (June 25, 2020)

    Qantas will cut at least 6,000 jobs across all parts of the business as part of its long-term response to the coronavirus pandemic and will not resume substantial international travel until July 2021.

    Abc Net
  6. 6
    Qantas hails High Court JobKeeper win as a victory for thousands of employees - ABC News (June 25, 2021)

    Qantas hails High Court JobKeeper win as a victory for thousands of employees - ABC News (June 25, 2021)

    The High Court rejects an application by Qantas workers and their unions to hear an appeal of a case about how the airline used the JobKeeper wage subsidy scheme to allegedly deny them penalty rates.

    Abc Net
  7. 7
    Qantas Airways fined $59 million for illegal firing of 1,820 ground staff - Federal Court ruling (2024)

    Qantas Airways fined $59 million for illegal firing of 1,820 ground staff - Federal Court ruling (2024)

    A judge has fined Qantas Airways $59 million for illegally firing over 1,800 ground staff at the start of the Covid-19 pandemic.

    AP News
  8. 8
    Qantas faces hefty payout to 1700 sacked workers - Sydney Morning Herald (October 18, 2024)

    Qantas faces hefty payout to 1700 sacked workers - Sydney Morning Herald (October 18, 2024)

    The Federal Court has ordered Qantas to pay $170,000 in compensation to three workers who formed a test case for workers illegally sacked during COVID.

    The Sydney Morning Herald
  9. 9
    The New Daily - Ownership and Editorial positioning (general knowledge, verify via current masthead)

    The New Daily - Ownership and Editorial positioning (general knowledge, verify via current masthead)

    Latest news headlines locally from Australia and the World. Get breaking news, politics, finance, entertainment, lifestyle, sport, weather and more .

    Thenewdaily Com
  10. 10
    Virgin Australia Holdings placed in voluntary administration - Wikipedia (April 2020)

    Virgin Australia Holdings placed in voluntary administration - Wikipedia (April 2020)

    Wikipedia
  11. 11
    How much do taxpayers support airlines? - USA Today (September 2, 2015)

    How much do taxpayers support airlines? - USA Today (September 2, 2015)

    As taxpayers, Americans may not “own” their carriers. But we have a financial stake in them.

    USA TODAY
  12. 12
    anao.gov.au

    Administration of the JobKeeper Scheme - Australian National Audit Office (April 2022)

    Anao Gov

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.