Sebagian Benar

Penilaian: 6.0/10

Coalition
C0061

Klaim

“Secara diam-diam menekan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghapus dari laporan perubahan iklim mereka klaim bahwa menutup pembangkit listrik batubara diperlukan untuk melawan perubahan iklim, serta menghapus penyebutan tentang lobiis bahan bakar fosil yang berhasil melemahkan legislasi dan aksi perubahan iklim di Australia.”
Sumber Asli: Matthew Davis

Sumber Asli

VERIFIKASI FAKTA

Inti fakta dari klaim ini **secara substansial akurat**, meskipun kerangkanya memerlukan klarifikasi penting [1][2][3].
The core facts of this claim are **substantially accurate**, though the framing requires important clarification [1][2][3].
Pada Oktober 2021, BBC News melaporkan dokumen bocor dari IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) yang berisi lebih dari 32.000 komentar pemerintah dan pemangku kepentingan terhadap draf Laporan Penilaian Keenam Kelompok Kerja III tentang mitigasi iklim [1].
In October 2021, BBC News reported on leaked documents from the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) that contained more than 32,000 government and stakeholder comments on the draft Sixth Assessment Report Working Group III on climate mitigation [1].
Kebocoran tersebut disediakan kepada BBC News oleh unit investigasi Greenpeace UK, Unearthed [1].
The leak was provided to BBC News by Greenpeace UK's investigative unit, Unearthed [1].
Pejabat pemerintah Australia memang mengajukan komentar meminta perubahan bahasa spesifik pada draf laporan IPCC.
Australian government officials did submit comments requesting specific language changes to the draft IPCC report.
Secara spesifik, seorang pejabat senior pemerintah Australia dari Department of Industry, Science, Energy and Resources (Departemen Industri, Sains, Energi dan Sumber Daya) memprotes sebuah paragraf yang menyatakan bahwa menutup pembangkit listrik bertenaga batubara diperlukan untuk aksi iklim [2].
Specifically, one senior Australian government official from the Department of Industry, Science, Energy and Resources objected to a paragraph stating that closing coal-fired power plants was necessary for climate action [2].
Komentar pejabat tersebut menyatakan: "Ucapan ini membingungkan antara tujuan (menghilangkan emisi) dengan cara 'menghentikan pembangkit listrik batubara yang ada'" dan menyarankan bahwa carbon capture and storage (CCS) tetap "relevan untuk emisi nol" [2].
The official's comment stated: "These remarks confuse the objective (eliminating emissions) with the means 'retiring existing coal-fired power'" and suggested carbon capture and storage (CCS) remained "relevant to zero emissions" [2].
Selain itu, Australia meminta penghapusan referensi terhadap analisis yang menjelaskan bagaimana kampanye industri bahan bakar fosil telah melemahkan aksi iklim di Amerika Serikat dan Australia [2].
Additionally, Australia requested deletion of a reference to analysis explaining how fossil fuel industry campaigns have weakened climate action in the United States and Australia [2].
Draf laporan menyatakan "Kampanye oleh perusahaan minyak dan batubara melawan aksi iklim di AS dan Australia mungkin yang paling terkenal," dan Australia memprotes, menyebutnya "sudut pandang politik yang dibuat agar terlihat faktual" [2].
The draft report had stated "Campaigns by oil and coal companies against climate action in the US and Australia are perhaps the most well-known," and Australia objected, calling it a "political viewpoint made to seem factual" [2].
Australia juga meminta penghapusan dari daftar yang menamakan "negara-negara konsumen batubara utama" bersama dengan Tiongkok, AS, dan Afrika Selatan, dengan alasan konsumsi Australia "satu tingkat lebih rendah" dari yang lain yang terdaftar [3].
Australia also requested removal from a list naming "major coal-consuming countries" alongside China, the US, and South Africa, arguing Australia's consumption was "an order of magnitude lower" than the others listed [3].

Konteks yang Hilang

Klaim menggunakan kata "secara diam-diam menekan" dan menyiratkan penghapusan yang berhasil, keduanya memerlukan klarifikasi [1][2][3]. **Bukan "secara diam-diam"**: Komentar Australia merupakan bagian dari proses peninjauan IPCC yang normal.
The claim uses the word "secretly pressured" and implies successful deletion, both of which require clarification [1][2][3]. **Not "secretly"**: Australia's comments were part of the normal IPCC review process.
Umpan balik pemerintah adalah bagian standar dan diwajibkan dari prosedur IPCC—semua pemerintah diundang untuk memberikan komentar pada draf, dan menurut protokol IPCC, semua komentar pada akhirnya dipublikasikan dengan laporan yang diselesaikan [2][3].
Government feedback is a standard, mandated part of IPCC procedure—all governments are invited to comment on drafts, and according to IPCC protocols, all comments are eventually published with the finalised reports [2][3].
Komentar spesifik pemerintah Australia dibuat publik sebagai bagian dari kebocoran penuh lebih dari 32.000 dokumen, tetapi ini karena pelanggaran data oleh jurnalis Greenpeace/Unearthed, bukan upaya oleh Australia untuk menyembunyikan komentar [1][2]. **Bukan penghapusan yang berhasil**: Tidak ada bukti bahwa permintaan penghapusan Australia benar-benar dimasukkan ke dalam laporan IPCC final.
The Australian government's specific comments were made public as part of the full 32,000+ document leak, but this was due to the data breach by Greenpeace/Unearthed journalists, not an attempt by Australia to keep comments hidden [1][2]. **Not successfully deleted**: There is no evidence that Australia's requested deletions were actually incorporated into the final IPCC report.
Keberatan pemerintah Australia terhadap bahasa penutupan batubara tampaknya TIDAK mengakibatkan penghapusan dari laporan final yang dipublikasikan [3].
The Australian government's objection to the coal closure language appears NOT to have resulted in deletion from the final published report [3].
IPCC secara eksplisit menyatakan bahwa "penulis tidak punya kewajiban untuk mengikutsertakan" komentar pemerintah ke dalam laporan, dan bahwa proses peninjauan "dirancang untuk melindungi dari lobi—dari semua pihak" [1]. **Bukan unik untuk batubara**: Dokumen bocor menunjukkan ini adalah perilaku sistematis di antara beberapa negara penghasil bahan bakar fosil.
The IPCC explicitly states that "authors have no obligation to incorporate" government comments into reports, and that the review process is "designed to guard against lobbying—from all quarters" [1]. **Not unique to coal**: The leaked documents show this was systematic behaviour among multiple fossil fuel-producing nations.
Arab Saudi, Brasil, Jepang, India, Argentina, OPEC, dan lainnya semua mengajukan komentar serupa meminta perubahan bahasa yang menguntungkan kepentingan bahan bakar fosil mereka [1].
Saudi Arabia, Brazil, Japan, India, Argentina, OPEC, and others all submitted similar comments requesting language changes favourable to their fossil fuel interests [1].
Ini bukan masalah khusus Australia tetapi bagian dari lobi internasional yang lebih luas di IPCC.
This was not an Australia-specific issue but part of broader international lobbying at the IPCC.

Penilaian Kredibilitas Sumber

**BBC News** [1]: Organisasi berita arus utama yang dihormati secara internasional dengan standar editorial tinggi.
**BBC News** [1]: Mainstream, internationally respected news organisation with high editorial standards.
BBC News dianggap sebagai sumber yang kredibel dan andal oleh organisasi pemeriksaan fakta internasional.
BBC News is considered a credible, reliable source by international fact-checking organisations.
Artikel tersebut berisi kutipan langsung dan menunjukkan keterlibatan dengan banyak pemangku kepentingan termasuk pejabat IPCC.
The article contains direct quotes and demonstrates engagement with multiple stakeholders including IPCC officials.
Kekuatan: pelaporan faktual dari apa yang ada dalam dokumen bocor. **Greenpeace UK / Unearthed** [1]: Organisasi advokasi lingkungan dengan posisi politik yang diketahui mendukung aksi iklim dan menentang bahan bakar fosil.
Strength: factual reporting of what was in the leaked documents. **Greenpeace UK / Unearthed** [1]: Environmental advocacy organisation with known political position favouring climate action and opposing fossil fuels.
Meskipun kebocoran dokumen itu sendiri tampak otentik (dikorbankan oleh banyak organisasi berita dan tanggapan pemerintah), pembingkaian Greenpeace terhadap dokumen tersebut menekankan aspek "lobi" tanpa mencatat bahwa ini adalah prosedur IPCC standar [1][2].
While the document leak itself appears authentic (corroborated by multiple news organisations and government responses), Greenpeace's framing of the documents emphasises the "lobbying" aspect without noting this is standard IPCC procedure [1][2].
Karakterisasi sebagai lobi "rahasia" agak menyesatkan mengingat transparansi proses peninjauan.
The characterisation as "secret" lobbying is somewhat misleading given the review process transparency.
Bias: pro-aksi iklim, menyajikan komentar pemerintah dalam cahaya seburuk mungkin. **Tanggapan Pemerintah Australia** [2]: Kantor Menteri Energi dan Pengurangan Emisi menyatakan: "Asumsi bahwa memberikan komentar pada draf entah bagaimana merupakan 'intervensi' adalah kategoris salah" dan mencatat bahwa "Semua pemerintah diundang untuk memberikan komentar pada draf laporan IPCC sebagai bagian dari proses" dan bahwa "semua komentar yang diterima oleh IPCC dipublikasikan dengan laporan mereka saat diselesaikan" [2].
Bias: pro-climate action, presenting government comments in the worst possible light. **Australian Government Response** [2]: The Energy and Emissions Reduction Minister's office stated: "The assertion that commenting on a draft is somehow 'interference' is categorically false" and noted that "All governments are invited to comment on draft IPCC reports as a matter of process" and that "all comments received by the IPCC are published with their reports as they are finalised" [2].
⚖️

Perbandingan Labor

**Apakah Labor melakukan hal serupa?** Pencarian dilakukan: "Pemerintahan Partai Labor kebijakan iklim negosiasi internasional IPCC" **Temuan**: Partai Labor (ketika berkuasa 2007-2013 di bawah Rudd dan Gillard) mengambil posisi yang secara fundamental berbeda tentang batubara dan aksi iklim [4].
**Did Labor do something similar?** Search conducted: "Labor government climate policy international negotiations IPCC" **Finding**: The Labor Party (when in government 2007-2013 under Rudd and Gillard) took fundamentally different positions on coal and climate action [4].
Pemerintahan Kevin Rudd memprioritaskan aksi iklim awal dan menandatangani Protokol Kyoto pada Desember 2007 [4].
Kevin Rudd's government prioritised early climate action and signed the Kyoto Protocol in December 2007 [4].
Namun, baik pemerintahan Labor maupun Koalisi telah mengejar kepentingan ekonomi Australia dalam negosiasi iklim internasional.
However, both Labor and Coalition governments have pursued Australia's economic interests in international climate negotiations.
Yang ter notably berbeda: Pemerintahan Labor, ketika menjabat, mengadvokasikan aksi iklim yang lebih kuat secara global dan tidak meminta penghapusan bahasa pro-iklim dari laporan PBB.
What is notably different: Labor governments, when in office, advocated for stronger climate action globally and did not request deletion of pro-climate language from UN reports.
Namun, ini mencerminkan Labor berada di luar kekuasaan selama periode komentar IPCC 2021 (Koalisi memegang kantor 2013-2022) [5].
However, this reflects Labor being out of power during the 2021 IPCC comments period (Coalition held office 2013-2022) [5].
Labor kembali berkuasa pada 2022 dan sejak itu berkomitmen pada target iklim yang lebih kuat (pengurangan emisi 62-70% pada 2035) [5].
Labor returned to power in 2022 and has since committed to stronger climate targets (62-70% emissions reduction by 2035) [5].
Tidak ada preseden langsung yang setara dari pemerintahan Labor yang membuat keberatan serupa terhadap bahasa terkait batubara dalam laporan iklim PBB, meskipun ini sebagian karena Labor berada di luar kekuasaan selama periode komentar IPCC spesifik ini.
No equivalent direct precedent exists of a Labor government making similar objections to coal-related language in UN climate reports, though this is partly because Labor was out of power during this specific IPCC comment period.
Kedua partai besar telah mempertahankan kepentingan industri batubara Australia dalam negosiasi perdagangan, meskipun posisi iklim Labor secara notable kurang pro-bahan-bakar-fosil ketika berkuasa [4][5].
Both major parties have defended Australia's coal industry interests in trade negotiations, though Labor's climate positions have been notably less pro-fossil-fuel when in government [4][5].
🌐

Perspektif Seimbang

**Perspektif Pemerintah**: Pemerintah Australia membingkai komentar mereka sebagai partisipasi yang sah dalam proses peninjauan standar dan transparan.
**Government Perspective**: The Australian government framed its comments as legitimate participation in a standard, transparent review process.
Pejabat berargumen bahwa mereka memberikan umpan balik teknis (misalnya, bahwa CCS harus dipertimbangkan sebagai jalur mitigasi bersama dengan penghentian batubara) daripada mencoba menghapus sains iklim [2].
Officials argued they were providing technical feedback (e.g., that CCS should be considered as a mitigation pathway alongside coal phase-out) rather than attempting to delete climate science [2].
Pandangan pemerintah adalah bahwa memberikan komentar pada draf bukan "intervensi" tetapi partisipasi tata kelola yang diharapkan. **Perspektif Advokat Iklim**: Kelompok lingkungan dan ilmuwan iklim memandang komentar tersebut sebagai bermasalah karena tampaknya dirancang untuk mengurangi urgensi penghentian batubara dan meminimalkan diskusi tentang pengaruh industri bahan bakar fosil pada politik iklim [1][2].
The government's view was that commenting on drafts is not "interference" but expected governance participation. **Climate Advocate Perspective**: Environmental groups and climate scientists viewed the comments as problematic because they appeared designed to downplay the urgency of coal phase-out and minimize discussion of fossil fuel industry influence on climate politics [1][2].
Greenpeace mengkarakterisasi ini sebagai Australia bertindak sebagai "lobiis batubara" untuk industri bahan bakar fosil [6]. **Perspektif Proses Sains IPCC**: Kepemimpinan IPCC mempertahankan integritas proses mereka.
Greenpeace characterized this as Australia acting as a "coal lobbyist" for the fossil fuel industry [6]. **IPCC Science Process Perspective**: IPCC leadership defended the integrity of their process.
Dr Joeri Rogelj (penulis IPCC) menyatakan: "Jika kami memiliki komentar yang menantang kami dan meminta kami menghapus sesuatu, itu hanya memotivasi kami untuk melihat lebih dekat pada bukti dan memastikan bahwa apa yang kami tulis sepenuhnya benar dan sepenuhnya didukung" [2].
Dr Joeri Rogelj (IPCC author) stated: "If we have comments that challenge us and that asks us to remove something, that only motivates us to take a closer look at the evidence and make sure that what we write is fully correct and fully supported" [2].
IPCC secara eksplisit menyatakan bahwa mereka "tidak punya kewajiban" untuk mengikutsertakan komentar pemerintah dan bahwa perubahan yang diajukan "yang tidak dibenarkan oleh sains" tidak akan diintegrasikan [1]. **Konteks Kunci**: Apa yang dihilangkan oleh klaim adalah bahwa proses peninjauan IPCC secara spesifik dirancang untuk memungkinkan pemeriksaan semacam ini.
The IPCC explicitly states it has "no obligation" to incorporate government comments and that submitted changes "not justified by the science" will not be integrated [1]. **Key Context**: What the claim omits is that the IPCC review process is specifically designed to allow this kind of scrutiny.
Semua pemerintah berpartisipasi.
All governments participate.
Hasil aktual—apa yang berakhir di laporan final—adalah yang penting secara ilmiah dan politik, bukan apa yang diminta pemerintah untuk dihapus.
The actual outcome—what ended up in the final report—is what matters scientifically and politically, not what governments requested be deleted.
IPCC mempertahankan substansi temuan mereka tentang batubara dan mitigasi bahan bakar fosil dalam laporan final yang dipublikasikan, menunjukkan keberatan Australia tidak berhasil memengaruhi penilaian ilmiah [3]. **Analisis Komparatif**: Apakah ini unik untuk Koalisi?
The IPCC maintained the substance of its findings on coal and fossil fuel mitigation in the final published report, suggesting the Australian objections were not successful in influencing the scientific assessment [3]. **Comparative Analysis**: Is this unique to the Coalition?
Tidak—dokumen bocor menunjukkan negara-negara penghasil bahan bakar fosil dari berbagai benua mengajukan keberakan serupa [1].
No—the leaked documents show fossil fuel-producing nations from multiple continents submitted similar objections [1].
Apakah ini korup?
Is this corrupt?
Pemerintah yang mempertahankan kepentingan ekonomi mereka dalam forum internasional adalah praktik diplomatik standar.
Governments defending their economic interests in international forums is standard diplomatic practice.
Apakah meminta penghapusan bahasa tentang industri negara Anda merupakan "lobi" yang tidak pantas bergantung pada pandangan seseorang tentang bagaimana pemerintah harus berpartisipasi dalam proses peninjauan ilmiah.
Whether requesting deletion of language about your nation's industry constitutes inappropriate "lobbying" depends on one's view of how governments should participate in scientific review processes.
IPCC sendiri mengambil posisi bahwa semua komentar adalah masukan yang sah, tetapi sains menentukan apa yang tetap dalam laporan [1].
The IPCC itself takes the position that all comments are legitimate input, but science prevails in determining what stays in reports [1].

SEBAGIAN BENAR

6.0

/ 10

/ **KERANGKA MENYESATKAN** Inti faktual—bahwa Australia meminta penghapusan bahasa terkait batubara dari laporan IPCC—adalah benar [1][2].
/ **MISLEADING FRAMING** The factual core—that Australia requested deletions of coal-related language from the IPCC report—is true [1][2].
Namun, kerangka klaim ini menyesatkan dalam tiga cara penting: 1. **"Secara diam-diam menekan"** tidak akurat: Komentar merupakan bagian dari proses IPCC standar dan transparan yang diikuti oleh semua pemerintah [1][2]. 2. **"Menghapus dari laporan perubahan iklim mereka"** melebih-lebihkan dampaknya: Tidak ada bukti bahwa permintaan penghapusan benar-benar dilakukan dalam laporan final yang dipublikasikan, menunjukkan keberatan tersebut memiliki dampak terbatas atau tidak berpengaruh [3]. 3. **Menyiratkan keunikan untuk Koalisi**: Beberapa negara penghasil bahan bakar fosil mengajukan permintaan serupa [1].
However, the claim's framing is misleading in three important ways: 1. **"Secretly pressured"** is inaccurate: Comments were part of a standard, transparent IPCC process that all governments participate in [1][2]. 2. **"Delete from their climate change report"** overstates the impact: There is no evidence the requested deletions were actually made in the final published report, suggesting the objections had limited or no effect [3]. 3. **Implies uniqueness to Coalition**: Multiple fossil fuel-producing nations made similar requests [1].
Ini bukan perilaku khusus Australia tetapi praktik sistematis di antara ekonomi yang bergantung pada sumber daya.
This was not Australia-specific behaviour but systematic practice among resource-dependent economies.

📚 SUMBER DAN KUTIPAN (6)

  1. 1
    COP26: Document leak reveals nations lobbying to change key climate report

    COP26: Document leak reveals nations lobbying to change key climate report

    Countries are asking the UN to play down the need to move rapidly away from fossil fuels.

    Bbc
  2. 2
    Leaked documents show Australia lobbied to change key IPCC climate change report, Greenpeace says

    Leaked documents show Australia lobbied to change key IPCC climate change report, Greenpeace says

    Australia sought to change a major international report on climate change to promote a future for coal-fired power and downplay the influence of fossil fuel lobbyists, the environmental group Greenpeace says.  

    Abc Net
  3. 3
    Australia rejects leaked claims it lobbied to change major UN climate report

    Australia rejects leaked claims it lobbied to change major UN climate report

    Australia had asked the UN to play down the need to phase out fossil fuels, according to leaked documents obtained by Greenpeace and reported by the BBC.

    SBS News
  4. 4
    en.wikipedia.org

    Rudd government (2007-2010)

    En Wikipedia

  5. 5
    pm.gov.au

    Setting Australia's 2035 climate change target

    Today, we’re announcing Australia’s next step in acting on climate change and seizing the economic opportunity before our nation.The Albanese Labor Government has accepted the Climate Change Authority’s independent advice and will set our 2035 climate change target at a range of 62% to 70% reduction on 2005 emissions.

    Prime Minister of Australia
  6. 6
    Leaked report reveals Australia's role as global coal lobbyist

    Leaked report reveals Australia's role as global coal lobbyist

    Documents leaked to Unearthed, Greenpeace’s investigative platform, reveal that the Morrison Government has actively lobbied for the rejection of findings outlining the need for rapid global coal phase out from the next major report from the UN’s Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).The leak comes days after the Morrison Government rejected setting a stronger 2030 emission reduction target in the lead up to the COP26 climate summit in Glasgow. The leaked documents reveal how Australia is part of a small group of fossil fuel producing countries, including Saudi Arabia and the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), who are lobbying…

    Greenpeace Australia Pacific

Metodologi Skala Penilaian

1-3: SALAH

Secara faktual salah atau fabrikasi jahat.

4-6: SEBAGIAN

Ada kebenaran tetapi konteks hilang atau menyimpang.

7-9: SEBAGIAN BESAR BENAR

Masalah teknis kecil atau masalah redaksi.

10: AKURAT

Terverifikasi sempurna dan adil secara kontekstual.

Metodologi: Penilaian ditentukan melalui referensi silang catatan pemerintah resmi, organisasi pemeriksa fakta independen, dan dokumen sumber primer.